Akulah karyawan paling rajin di dunia,
Berani berkorban nggak pernah ngedongkol,
Meski hati merana tapi tetap berdedikasi ,
Meski hari menjelang sore gini aku tetap masih dikantor ,
Akulah karyawan paling pantes dapet promosi,
Selalu paling depan ngisi daftar absensi ,
Di antara rekan akulah yang paling rajin ,
Temen yang nggak masuk pun aku absenin
Jam 8 kurang udah masuk kantor ,
Tidak lupa membeli koran,
Di koran banyak berita koruptor ,
Kenapa gua nggak kebagian ?
Sekarang hidup bener-bener nggak aman ,
Pake handphone di mobil digedor kapak merah ,
Itulah kenapa aku nggak beli mobil dan handphone ,
Tahun pertama ngantor masih tinggal di kost,
Tahun ketujuh ngantor udah pindah tempat kost,
Tahun pertama pergi-pulang nebeng tukang pos,
Di saat krismon pergi-pulang nebeng boss,
Akulah karyawan yang paling setia,
Sedari peletakan batu pertama kantor, aku jadi kulinya,
Sampai kantor punya jaringan komputer, aku jadi net-admin-nya,
Sampai kantor diledakin , aku jadi otaknya... !!
Ha..ha..ha.. !!!
Puisi Karyawan Stress
Puisi Karyawan Kreatif
Akulah pekerja kreatif
gak ada kerjaan aku nyari kerjaan
masih gak ada kerjaan juga
aku nyari-nyari siapa yang bisa dikerjain...
Aku pekerja kreatif
jam rumah aku lebihi 10 menit
biar tidak terlambat kantor.
jam kantor aku kurangi sepuluh menit
biar rasanya kayak pulang awal...
Aku pekerja kreatif
meja bersih aku berantakin
biar keliatan sibuk meja berantakan
aku beri tumpukan tinggi
biar monitor gak dilihat orang...
Aku pekerja kreatif
jam makan siang aku ng-imel
jam makan siang habis aku makan siang
jam kerja berlangsung aku ke musholla
atau ke pantry atau ke toilet atau ke bank
atau ke...
Akulah pekerja kreatif
gak ada yang nelpon aku telpon-telponan
telpon rumah gak diangkat
aku telpon temen
telpon temen lagi sibuk aku telpon sepupu
telpon sepupu batereinya habis
aku nelpon salah sambung...
Aku pekerja kreatif
boss ada aku di meja
boss gak ada aku di manaa gitu...
Aku pekerja paling kreatif
kompi kantor aku buat permainan interktif
(ngegame -red)
telpon kantor aku buat nelpon temen kuliah
printer kantor aku buat ngeprint CV
fax kantor aku buat ngefax obyekan
internet kantor aku buat browsing loker
imel kantor aku buat ikutan milis
Hukum Mempercayai Ramalan
muslimah
Assalamu'alaikum wr wb
Pada tahun baru ini di berbagai TV Swasta ditampilkan
ramalan oleh para peramal. Padahal sesungguhnya mempercayai ramalan adalah haram:
"Barangsiapa yang mendatangi seorang peramal lalu
mempercayai apa yang diramalkan, maka ia telah kufur terhadap wahyu yang diturunkankepada Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam ." (HR. Tirmidzi No. 135, Abu Dawud No. 3904, Ibnu
Majah No. 639 dan Ahmad No. 9252)
"Barangsiapa yang mendatangi seorang peramal lalu menanyakan kepada tentang satu ramalan,maka tidak akan diterima shalatnya selama empat puluh malam." (HR. Muslim 2230)
Jangankan mengetahui masa depan, mengetahui hal-hal yang
telah terjadi pun banyak peramal yang tidak mampu. Sebagai contoh ada seorang peramal yang ikut kuis TV. Di kuis tersebut ditanyakan berbagai soal pengetahuan umum yang sebenarnya merupakan fakta yang sudah terjadi/sejarah. Toh peramal tersebut tidak mampu menjawabnya. Dia kalah. Bagaimana dia mampu mengetahui hal yang belum terjadi jika hal yang sudah terjadi saja tak tahu?
Hanya Allah yang tahu akan hal yang ghaib atau belum pernah terjadi:
�Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh
sebutir biji-pun dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfudz)" [Al An�aam:59]
Para peramal biasanya tidak mau menyebut nama, tempat, atau tanggal secara pasti. Sebab jika disebut dan meleset maka pamornya akan turun. Paling menyebut hal yang umum yang memang sudah biasa terjadi misalnya tahun 2008 akan ada gempa, banjir, dsb. Berdasarkan pengalaman di tahun-tahun lalu, di Indonesia memang hal tersebut terjadi setiap tahun. Jadi jika memang benar terjadi gempa/banjir itu memang sudah tidak aneh lagi atau sudah merupakan sunnatullah.
Yang jelas sebagaimana disebutkan oleh hadits di atas, mempercayai ramalan menyebabkan seseorang jadi kufur dan tidak diterima shalatnya oleh Allah SWT.
Allah juga menyebut bahwa orang yang percaya pada ramalan berarti dia telah syirik:
Barangsiapa membatalkan maksud keperluannya karena ramalan mujur-sial maka dia telah bersyirik kepada Allah. Para sahabat bertanya, "Apakah penebusannya, ya Rasulullah?" Beliau menjawab, "Ucapkanlah: "Ya Allah, tiada kebaikan kecuali kebaikanMu, dan tiada kesialan kecuali yang Engkau timpakan
dan tidak ada ilah (tuhan / yang disembah) kecuali Engkau." (HR. Ahmad)
Ramalan mujur-sial adalah syirik. (Beliau mengulanginya tiga kali) dan tiap orang pasti terlintas dalam hatinya perasaan demikian, tetapi Allah menghilangkan perasaan itu dengan bertawakal. (HR. Bukhari dan Muslim)
Semoga kita dan keluarga kita terhindar dari dosa tersebut.
Wallahu'alam bi shawab
Wassalamu'alaikum wr wb
*Mandikan Aku Bunda*
Sering kali orang tidak mensyukuri apa yang diMILIKInya sampai akhirnya
.....
Rani, sebut saja begitu namanya. Kawan kuliah ini berotak cemerlang dan
memiliki idealisme tinggi. Sejak masuk kampus, sikap dan konsep dirinya sudah
jelas: meraih yang terbaik, di bidang akademis maupun profesi yang akan
digelutinya. ''Why not the best,'' katanya selalu, mengutip seorang
mantan presiden
Amerika.
Ketika Universitas mengirim mahasiswa untuk studi Hukum Internasional di
Universiteit Utrecht, Belanda, Rani termasuk salah satunya. Saya lebih
memilih menuntaskan pendidikan kedokteran.
Berikutnya, Rani mendapat pendamping yang ''selevel''; sama-sama
berprestasi, meski berbeda profesi.
Alifya, buah cinta mereka, lahir ketika Rani diangkat sebagai staf diplomat,
bertepatan dengan tuntasnya suami dia meraih PhD. Lengkaplah kebahagiaan
mereka. Konon, nama putera mereka itu diambil dari huruf pertama hijaiyah
''alif'' dan huruf terakhir ''ya'', jadilah nama yang enak didengar: Alifya.
Saya tak sempat mengira, apa mereka bermaksud menjadikannya sebagai anak
yang pertama dan terakhir.
Ketika Alif, panggilan puteranya itu, berusia 6 bulan, kesibukan Rani
semakin menggila. Bak garuda, nyaris tiap hari ia terbang dari satu kota ke
kota lain, dan dari satu negara ke negara lain.
Setulusnya saya pernah bertanya, ''Tidakkah si Alif terlalu kecil untuk
ditinggal-tinggal? '' Dengan sigap Rani menjawab, ''Oh, saya sudah
mengantisipasi segala sesuatunya. Everything is OK!'' Ucapannya itu betul-betul
ia buktikan. Perawatan dan perhatian anaknya, ditangani secara profesional
oleh baby sitter mahal. Rani tinggal mengontrol jadual Alif lewat telepon.
Alif tumbuh menjadi anak yang tampak lincah, cerdas dan gampang mengerti.
Kakek-neneknya selalu memompakan kebanggaan kepada cucu semata wayang itu,
tentang kehebatan ibu-bapaknya. Tentang gelar dan nama besar, tentang naik
pesawat terbang, dan uang yang banyak.
''Contohlah ayah-bunda Alif, kalau Alif besar nanti.'' Begitu selalu nenek
Alif, ibunya Rani, berpesan di akhir dongeng menjelang tidurnya.
Ketika Alif berusia 3 tahun, Rani bercerita kalau dia minta adik. Terkejut
dengan permintaan tak terduga itu, Rani dan suaminya kembali menagih
pengertian anaknya. Kesibukan mereka belum memungkinkan untuk menghadirkan
seorang adik buat Alif. Lagi-lagi bocah kecil ini ''memahami'' orang tuanya.
Buktinya, kata Rani, ia tak lagi merengek minta adik. Alif, tampaknya mewarisi
karakter ibunya yang bukan perengek. Meski kedua orangtuanya kerap pulang
larut, ia jarang sekali ngambek.
Bahkan, tutur Rani, Alif selalu menyambut kedatangannya dengan penuh ceria.
Maka, Rani menyapanya ''malaikat kecilku''.
Sungguh keluarga yang bahagia, pikir saya. Meski kedua orangtuanya super
sibuk, Alif tetap tumbuh penuh cinta. Diam-diam, saya iri pada keluarga ini.
Suatu hari, menjelang Rani berangkat ke kantor, entah mengapa Alif menolak
dimandikan baby sitter. ''Alif ingin Bunda mandikan,'' ujarnya penuh harap.
Karuan saja Rani, yang detik ke detik waktunya sangat diperhitungkan, gusar.
Ia menampik permintaan Alif sambil tetap gesit berdandan dan
mempersiapkan keperluan
kantornya. Suaminya pun turut membujuk Alif agar mau mandi dengan Tante
Mien, baby sitter-nya. Lagi-lagi, Alif dengan pengertian menurut,
meski wajahnya
cemberut.
Peristiwa ini berulang sampai hampir sepekan. ''Bunda, mandikan aku!'' kian
lama suara Alif penuh tekanan. Toh, Rani dan suaminya berpikir, mungkin itu
karena Alif sedang dalam masa pra-sekolah, jadinya agak lebih minta
perhatian. Setelah dibujuk-bujuk, akhirnya Alif bisa ditinggal juga.
Sampai suatu sore, saya dikejutkan telponnya Mien, sang baby sitter. ''Bu
dokter, Alif demam dan kejang-kejang. Sekarang di Emergency.''
Setengah terbang,
saya ngebut ke UGD. But it was too late. Allah sudah punya rencana lain.
Alif, si malaikat kecil, keburu dipanggil pulang oleh-Nya.
Rani, ketika diberi tahu soal Alif, sedang meresmikan kantor barunya. Ia
shock berat. Setibanya di rumah, satu-satunya keinginan dia adalah
memandikan putranya. Setelah pekan lalu Alif mulai menuntut, Rani
memang menyimpan
komitmen untuk suatu saat memandikan anaknya sendiri.
Dan siang itu, janji Rani terwujud, meski setelah tubuh si kecil terbaring
kaku. ''Ini Bunda Lif, Bunda mandikan Alif,'' ucapnya lirih, di tengah
jamaah yang sunyi. Satu persatu rekan Rani menyingkir dari sampingnya,
berusaha menyembunyikan tangis.
Ketika tanah merah telah mengubur jasad si kecil, kami masih berdiri
mematung di sisi pusara. Berkali-kali Rani, sahabatku yang tegar itu,
berkata, ''Ini sudah takdir, ya kan. Sama saja, aku di sebelahnya ataupun di
seberang lautan, kalau sudah saatnya, ya dia pergi juga kan?'' Saya diam
saja.
Rasanya Rani memang tak perlu hiburan dari orang lain. Suaminya
mematung seperti
tak bernyawa. Wajahnya pias, tatapannya kosong. ''Ini konsekuensi sebuah
pilihan,'' lanjut Rani, tetap mencoba tegar dan kuat. Hening sejenak. Angin
senja meniupkan aroma bunga kamboja.
Tiba-tiba Rani berlutut. ''Aku ibunyaaa!'' serunya histeris, lantas tergugu
hebat. Rasanya baru kali ini saya menyaksikan Rani menangis, lebih-lebih
tangisan yang meledak. ''Bangunlah Lif, Bunda mau mandikan Alif. Beri
kesempatan Bunda sekali saja Lif. Sekali saja, Aliiif..'' Rani merintih
mengiba-iba. Detik berikutnya, ia menubruk pusara dan tertelungkup di atasnya.
Air matanya membanjiri tanah merah yang menaungi jasad Alif. Senja pun makin
tua.
-- Nasi sudah menjadi bubur, sesal tidak lagi menolong.
-- Hal yang nampaknya sepele sering kali menimbulkan sesal dan kehilangan
yang amat sangat.
-- Sering kali orang sibuk 'di luaran', asik dengan dunianya dan ambisinya
sendiri tidak mengabaikan orang-orang di dekatnya yang disayanginya. Akan
masih ada waktu 'nanti' buat mereka jadi abaikan saja dulu.
-- Sering kali orang takabur dan merasa yakin bahwa pengertian dan kasih
sayang yang diterimanya tidak akan hilang. Merasa mereka akan mengerti
karena mereka menyayanginya dan tetap akan ada.
Pelajaran yang menyedihkan. ...
[ Share ] Arti singkatan di millis
IMHO: in my humble/honest opinion
FYI: for your information
BTW: by the way
GTG: Got to Go
WB: Welcome Back
LoL: Laughing Out Loud
ROFL: Rolling On the Floor Laughing ( ktawa guling2 di lantai )
ASL: Age, Sex, Location
OIC: Oh I See
BRB: Be Right Back
FAQ: Frequent Ask Questions
NP: Now Playing
OOT: Out Of Topic
HTH: Hope This Help
OOP: Out Of Print
Japri: Jalur Pribadi, PM = Private messages
Milis: Mailing List
Re: Reply
Fwd: Forward
ASAP: As Soon As Possible
2: to
b: be
AFAIK: as far as i know
AKA: also known as
ATM: at the moment
B4: before
CFV: call for votes
FWIW: for what it's worth
FYA: for your amusement
GA: go ahead
HHOJ: ha ha only joking
HHOK: ha ha only kidding
HHOS: ha ha only serious
IAE: in any event
IDK: i don't know
IMO:in my opinion
IMNSHO: in my not so humble opinion
IMNERHO: in my not even remotely humble opinion
IOW: in other words
IRL: in real life
IYKWIM: if you know what i mean
JK: just kidding
L8R: later
OTOH: on the other hand
OTTH: on the third hand
RFC: request for comment
RFD: request for discussion
RSN: real soon now
TIA: thanks in advance
TNX: thanks
WRT: With regard/respect to
WYSIWYG: what you see is what you get
YMMV: your mileage may vary
YMMVG: your mileage may vary greatly
CMIIW: correct me if i'am wrong
FYEO : for your eyes only
GPP : ga apa-apa..
GRP = Good Reputation Point
BRP = Bad Reputation Point
BTT= Back to topic
momod/mods=moderator
admin/mimin=administrator
YM=yahoo messenger
CCPB = Cara Curang Program Bajakan
TS = Thread Starter
ASAIC = As Soon As I Can
BBL : Be Back Later
BRB : Be Right Back
DOUTH : Do You Think?
F2F : Face To Face
SPS = Speed Posting Society