Ada seseorang saat melamar kerja, memungut sampah kertas di lantai ke dalam Ada seseorang saat melamar kerja, memungut sampah kertas di lantai ke dalam
tong sampah, dan hal itu terlihat oleh peng-interview, dan dia mendapatkan
pekerjaan tersebut.
* Ternyata untuk memperoleh penghargaan sangat mudah,
cukup memelihara kebiasaan yang baik.
Ada seorang anak menjadi murid di toko sepeda. Suatu saat ada seseorang yang
mengantarkan sepeda rusak untuk diperbaiki di toko tsb. Selain memperbaiki
sepeda tsb, si anak ini juga membersihkan sepeda hingga bersih mengkilap.
Murid-murid lain menertawakan perbuatannya. Keesokan hari setelah sang
empunya sepeda mengambil sepedanya, si adik kecil ditarik/diambil kerja di
tempatnya.
Ada seseorang saat melamar kerja, memungut sampah kertas di lantai ke dalam Ada seseorang saat melamar kerja, memungut sampah kertas di lantai ke dalam
tong sampah, dan hal itu terlihat oleh peng-interview, dan dia mendapatkan
pekerjaan tersebut.
* Ternyata untuk memperoleh penghargaan sangat mudah,
cukup memelihara kebiasaan yang baik.
Ada seorang anak menjadi murid di toko sepeda. Suatu saat ada seseorang yang
mengantarkan sepeda rusak untuk diperbaiki di toko tsb. Selain memperbaiki
sepeda tsb, si anak ini juga membersihkan sepeda hingga bersih mengkilap.
Murid-murid lain menertawakan perbuatannya. Keesokan hari setelah sang
empunya sepeda mengambil sepedanya, si adik kecil ditarik/diambil kerja di
tempatnya.
* Ternyata untuk menjadi orang yang berhasil sangat mudah,
cukup punya inisiatif sedikit saja.
Seorang anak berkata kepada ibunya:"Ibu hari ini sangat cantik."
Ibu menjawab: "Mengapa?"
Anak menjawab: "Karena hari ini ibu sama sekali tidak marah-marah."
* Ternyata untuk memiliki kecantikan sangatlah mudah,
hanya perlu tidak marah-marah.
Seorang petani menyuruh anaknya setiap hari bekerja giat di sawah. Temannya
berkata:";Tidak perlu menyuruh anakmu bekerja keras, Tanamanmu tetap akan
tumbuh dengan subur."
Petani menjawab:"Aku bukan sedang memupuk tanamanku, tapi aku sedang
membina anakku."
* Ternyata membina seorang anak sangat mudah,
cukup membiarkan dia rajin bekerja.
Seorang pelatih bola berkata kepada muridnya:"Jika sebuah bola jatuh ke
dalam rerumputan, bagaimana cara mencarinya?"
Ada yang menjawab: "Cari mulai dari bagian tengah."
Ada pula yang menjawab: "Cari di rerumputan yang cekung ke dalam."
Dan ada yang menjawab: "Cari di rumput yang paling tinggi."
Pelatih memberikan jawaban yang paling tepat:
"Setapak demi setapak cari dari ujung rumput sebelah sini hingga ke rumput
sebelah sana."
*Ternyata jalan menuju keberhasilan sangat gampang,
cukup melakukan segala sesuatunya setahap demi setahap secara berurutan, jangan meloncat-loncat.
Katak yang tinggal di sawah berkata kepada katak yang tinggal di pinggir
jalan:"Tempatmu terlalu berbahaya, tinggallah denganku."
Katak di pinggir jalan menjawab:"Aku sudah terbiasa, malas untuk pindah."
Beberapa hari kemudian katak sawah menjenguk katak pinggir jalan
dan menemukan bahwa si katak sudah mati dilindas mobil yang lewat.
* Ternyata sangat mudah menggenggam nasib kita sendiri,
cukup hindari kemalasan saja.
Ada segerombolan orang yang berjalan di padang pasir, semua berjalan dengan
berat, sangat menderita, hanya satu orang yang berjalan dengan gembira.
Ada yang bertanya:"Mengapa engkau begitu santai?"
Dia menjawab sambil tertawa:"Karena barang bawaan saya sedikit."
* Ternyata sangat mudah untuk memperoleh kegembiraan,
cukup tidak serakah dan memiliki secukupnya saja
Hidup yang sederhana
cara stress "menguasai" tubuh
Secara bahasa stress itu artinya tekanan. Tekanan itu ada yang baik ada pula yang buruk. Tekanan yang baik dapat memacu seseorang melakukan sesuatu dengan lebih baik, sedangkan tekanan yang buruk berjalan sebaliknya. Menurut Dr. Hans Seyle, tekanan yang baik disebu eustres dan tekanan yang buruk disebutdistress. Jadi stess itu tidak selalu buruk. Bahkan Dr. Seyle memperlihatkan bahwa eustres bisa menopang sistem kekebalan tubuh meningkatkan harapan hidup dan kebahagiaan.
Secara bahasa stress itu artinya tekanan. Tekanan itu ada yang baik ada pula yang buruk. Tekanan yang baik dapat memacu seseorang melakukan sesuatu dengan lebih baik, sedangkan tekanan yang buruk berjalan sebaliknya. Menurut Dr. Hans Seyle, tekanan yang baik disebu eustres dan tekanan yang buruk disebutdistress. Jadi stess itu tidak selalu buruk. Bahkan Dr. Seyle memperlihatkan bahwa eustres bisa menopang sistem kekebalan tubuh meningkatkan harapan hidup dan kebahagiaan.
Apa yang terjadi pada tubuh saat stress datang? Tubuh kita dilengkapi sejenis “alarm†yang akan bereaksi saat kita mengalami tekanan. Alarm ini melahirkan sebuah mekanisme yang disebut fight or flight mechanism. Maksudnya tubuh akan menghadapi tekanan tersebut atau melarikan diri. Misalnya ketika dikejar deadline atau akan menghadapi ujian tubuh akan bereaksi secara alamiah yang ditandai keluarnya keringat dingin timbul rasa takut atau rasa gelisah. Pada beberapa orang, kondisi ini malah mempertajam pikiran sehingga dapat belajar lebih cepat. Ini merupakan mekanisme fight. Sebaliknya ada orang terkena depresi ketika ia tidak mampu lagi menghadapi tekanan yang datang. Inilah mekanisme flight (terbang/kabur).
Keika stress tubuh mengeluarkan adrenalin dalam jumlah besar. Nah adrenalin ini membantu tumbuh beradaptasi dengan stress tersebut. Misalnya saat sedang marah atau takut. Tubuh dibuat lebih “efisien†menghadapi situasi tertentu. Missal dengan meningkatnya denyut jantung dan naiknya tekanan darah. Dalam tubuh pun terjadi pemecahan glikogen (energi cadangan tubuh) menjadi glukosa (gula darah) dengan tujuan menyediakan energi tambahan bagi otot.
Stress fisik maupun emosi dapat memicu dan meningkatkan produksi adrenalin secara berlebihan. Hal ini berpotensi melemahkan sistem imun (kekebalan tubuh) kita. Karena itu, stress berkepanjangan rentan mendatangkan penyakit akibat rendahnya daya ahan tubuh. Iulah sebab mengapa orang stress mudah terkena flu, demam, sakit perut, sariawan, dsb.
Mekanisme fight or flight ini membakar banyak energi, yang di ikuti terjadinya kelelahan. Saat kelelahan, orang akan kehabisan energi untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Tidak heran bila orang stres akan mendapati gejala nyeri otot dan sendi, sakit kepala depresi, cemas dan mudah tersinggung.
Dibalik cerita Pendonor sumsum tulang belakang dan pelaku pemerkosaan.
Di suatu Koran Itali, muncullah berita pencarian orang yang istimewa, 17
Mei 1992 di parkiran mobil ke 5 Wayeli nama kota, tidak tahu aku bener
enggak nulisnya), seorang wanita kulit putih diperkosa oleh seorang
kulit hitam. Tak lama kemudian, sang wanita melahirkan seorang bayi
perempuan berkulit hitam. Ia dan suaminya tiba-tiba saja menanggung
tanggung jawab untuk memelihara anak ini. Sayangnya, sang bayi kini
menderita leukemia (kanker darah). Dan ia memerlukan transfer sumsum
tulang belakang segera. Ayah kandungnya merupakan satu-satunya
penyambung harapan hidupnya. Berharap agar pelaku pada waktu itu saat
melihat berita ini, bersedia menghubungi Dr. Adely di RS Elisabeth.
Berita pencarian orang ini membuat seluruh masyarakat gempar. Setiap
orang membicarakannya.
Masalahnya adalah apakah orang hitam ini berani muncul? Padahal jelas ia
akan menghadapi kesulitan besar.
Jika ia berani muncul,ia akan menghadapi masalah hukum, dan ada
kemungkinan merusak kehidupan rumah tangganya sendiri. Jika ia tetap
bersikeras untuk diam, ia sekali lagi membuat dosa yang tak terampuni.
Kisah ini akan berakhir bagaimanakah?
Di suatu Koran Itali, muncullah berita pencarian orang yang istimewa, 17
Mei 1992 di parkiran mobil ke 5 Wayeli nama kota, tidak tahu aku bener
enggak nulisnya), seorang wanita kulit putih diperkosa oleh seorang
kulit hitam. Tak lama kemudian, sang wanita melahirkan seorang bayi
perempuan berkulit hitam. Ia dan suaminya tiba-tiba saja menanggung
tanggung jawab untuk memelihara anak ini. Sayangnya, sang bayi kini
menderita leukemia (kanker darah). Dan ia memerlukan transfer sumsum
tulang belakang segera. Ayah kandungnya merupakan satu-satunya
penyambung harapan hidupnya. Berharap agar pelaku pada waktu itu saat
melihat berita ini, bersedia menghubungi Dr. Adely di RS Elisabeth.
Berita pencarian orang ini membuat seluruh masyarakat gempar. Setiap
orang membicarakannya.
Masalahnya adalah apakah orang hitam ini berani muncul? Padahal jelas ia
akan menghadapi kesulitan besar.
Jika ia berani muncul,ia akan menghadapi masalah hukum, dan ada
kemungkinan merusak kehidupan rumah tangganya sendiri. Jika ia tetap
bersikeras untuk diam, ia sekali lagi membuat dosa yang tak terampuni.
Kisah ini akan berakhir bagaimanakah?
Seorang anak perempuan yang menderita leukimia ternyata menyimpan suatu
kisah yang memalukan di suatu perkampungan Itali. Martha, 35 thn, adalah
wanita yang menjadi pembicaraan semua orang. Ia dan suaminya Peterson
adalah warga kulit putih, tetapi diantara kedua anaknya, ternyata
terdapat satu yang berkulit hitam. Hal ini menarik perhatian setiap
orang disekitar mereka untuk bertanya, Martha hanya tersenyum kecil
berkata pada mereka bahwa nenek berkulit hitam, dan kakeknya berkulit
putih, maka anaknya Monika mendapat kemungkinan seperti ini. Musim
gugur 2002, Monika yang berkulit hitam terus menerus mengalami demam
tinggi.
Terakhir, Dr. Adely memvonis Monika menderita leukimia. Harapan
satu-satunya hanyalah mencari pedonor sumsum tulang belakang yang
paling cocok untuknya. Dokter menjelaskan lebih lanjut. Diantara mereka
yang ada hubungan darah dengan Monika merupakan cara yang paling mudah
untuk menemukan pendonor tercocok. Harap seluruh anggota keluarga kalian
berkumpul untuk menjalani pemeriksaan sumsum tulang belakang. Raut wajah
Martha berubah, tapi tetap saja seluruh keluarga menjalani pemeriksaan.
Hasilnya tak satupun yang cocok. Dokter memberitahu mereka, dalam kasus
seperti Monika ini, mencari pendonor yang cocok sangatlah kecil
kemungkinannya.
Sekarang hanya ada satu cara yang paling manjur, yaitu Martha dan
suaminya kembali mengandung anak lagi. Dan mendonorkan darah anak untuk
Monika. Mendengar usul ini Martha tiba-tiba menjadi panik, dan berkata
tanpa suara "Tuhan..kenapa menjadi begini ?" Ia menatap suaminya, sinar
matanya dipenuhi ketakutan dan putus asa.
Peterson mengerutkan keningnya berpikir. Dr. Adely berusaha menjelaskan
pada mereka, saat ini banyak orang yang menggunakan cara ini untuk
menolong nyawa para penderita leukimia, lagi pula cara ini terhadap
bayi yang baru dilahirkan sama sekali tak ada pengaruhnya. Hal ini hanya
didengarkan oleh pasangan suami istri tersebut, dan
termenung begitu lama. Terakhir mereka hanya berkata, Biarkan kami
memikirkannya kembali.
Malam kedua, Dr. Adely tengah bergiliran tugas, tiba-tiba pintu ruang
kerjanya terbuka, pasangan suami-istri tersebut masuk. Martha menggigit
bibirnya keras, suaminya Peterson, menggenggam tangannya, dan berkata
serius pada
dokter, "Ada suatu hal yang perlu kami beri tahu padamu. Tapi harap
Anda berjanji untuk menjaga kerahasiaan ini, karena ini merupakan
rahasia kami suami-istri selama beberapa tahun". Dr. Adely
menganggukkan kepalanya.
Lalu mereka menceritakan. "Itu adalah 10 tahun lalu, dimana Martha
ketika pulang kerja telah diperkosa seorang remaja berkulit hitam. Saat
Martha sadar dan pulang ke rumah dengan tergesa-gesa, waktu telah
menunjukkan pukul
1 malam. Waktu itu aku bagaikan gila keluar rumah mencari orang hitam
itu untuk membuat perhitungan. Tapi telah tak ada bayangan orang
satupun. Malam itu kami hanya dapat memeluk kepala masing-masing menahan
kepedihan. Sepertinya seluruh langit runtuh". Bicara sampai sini,
Peterson telah dibanjiri air mata, Ia melanjutkan kembali.
"Tak lama kemudian Martha mendapati dirinya hamil. Kami merasa sangat
ketakutan, kuatir bila anak yang dikandungnya merupakan milik orang
hitam tersebut. Martha berencana untuk menggugurkannya, tapi aku masih
mengharapkan keberuntungan, mungkin anak yang dikandungnya adalah bayi
kami. Begitulah, kami ketakutan menunggu beberapa bulan.
Maret 1993, Martha melahirkan bayi perempuan, dan ia berkulit hitam.
Kami begitu putus asa, pernah terpikir untuk mengirim sang anak ke
panti asuhan.. Tetapi ketika mendengar suara tangisnya, kami sungguh
tak tega. Terlebih lagi bagaimanapun Martha telah mengandungnya, ia juga
merupakan sebuah nyawa, pada akhirnya kami memutuskan untuk
memeliharanya, dan memberinya nama Monika". Mata Dr. Adely juga
digenangi air mata, pada akhirnya ia memahami kenapa bagi kedua suami
istri tersebut kembali mengandung anak merupakan hal yang sangat
mengkuatirkan. Ia berpikir
sambil mengangguk-anggukkan kepala berkata; "Memang jika demikian kalian
melahirkan 10 anak sekalipun akan sulit untuk mendapatkan donor yang
cocok untuk Monika". Beberapa lama kemudian, ia memandang Martha dan
berkata " Kelihatannya, kalian harus mencari ayah kandung Monika.
Barangkali sumsum tulangnya cocok untuk Monika.Tetapi, apakah kalian
bersedia membiarkan ia kembali muncul dalam kehidupan kalian?"
Martha berkata : "Demi anak, aku bersedia berlapang dada memaafkannya.
Bila ia bersedia muncul menyelamatkannya. Aku tak akan memperkarakannya"
. Dr.Adely merasa terkejut akan kedalaman cinta sang ibu. Martha dan
Peterson mempertimbangkannya baik-baik, sebelum akhirnya memutuskan
memuat berita pencarian ini di koran dengan menggunakan nama samaran.
November 2002, di koran Wayeli termuat berita pencarian ini, seperti
yang digambarkan sebelumnya. Berita ini memohon sang pelaku pemerkosaan
waktu itu berani muncul, demi untuk menolong sebuah nyawa seorang anak
perempuan
penderita leukimia!!
Begitu berita ini keluar, tanggapan masyarakat begitu menggemparkan.
Kotak surat dan telepon Dr.Adely bagaikan
meledak saja, kebanjiran surat masuk dan telepon, orang-orang terus
bertanya siapakah wanita ini Mereka ingin bertemu dengannya, berharap
dapat memberikan bantuan padanya. Tetapi Martha menolak semua perhatian
mereka, ia tak ingin mengungkapkan identitas sebenarnya, lebih tak
ingin lagi identitas Monika sebagai anak hasil pemerkosaan
terungkap.
Seluruh media penuh dengan diskusi tentang bagaimana cerita ini
berakhir. Surat Kabar Roma berkomentar dengan topik : Orang hitam itu
akan munculkah? Jika orang hitam ini berani muncul, akan bagaimanakah
masyarakat kita sekarang menilainya. Akankah menggunakan hukum yang
berlaku untuk menghakiminya? Haruskah ia menerima hukuman dan cacian
untuk masa lalunya, ataukah ia harus menerima pujian karena
keberaniannya hari ini?
Saat itu berita pencarian juga muncul di Napulese, memporak-porandakan
perasaan seorang pengelola toko minuman
keras berusia 30 tahun. Ia seorang kulit hitam, bernama Ajili.. 17 Mei
1992 waktu itu, ia memiliki lembaran terkelam yg merupakan mimpi
terburuknya di malam berhujan itu. Ia adalah sang pemeran utama dalam
kisah ini.
Tak seorangpun menyangka, Ajili yang sangat kaya raya itu, pernah
bekerja sebagai pencuci piring panggilan. Dikarenakan orang tuanya telah
meninggal sejak ia masih muda, ia yang tak pernah mengenyam dunia
pendidikan
terpaksa bekerja sejak dini. Ia yang begitu pandai dan cekatan,
berharap dirinya sendiri bekerja dengan giat demi mendapatkan sedikit
uang dan penghargaan dari orang lain. Tapi sialnya, bosnya merupakan
seorang rasialis,yang
selalu mendiskriminasikannya. Tak peduli segiat apapun dirinya, selalu
memukul dan memakinya.
17 Mei 1992, merupakan ulang tahunnya ke 20, ia berencana untuk pulang
kerja lebih awal merayakan hari ulang tahunnya. Siapa menyangka,
ditengah kesibukan ia memecahkan sebuah piring. Sang bos menahan
kepalanya, memaksanya untuk menelan pecahan piring. Ajili begitu marah
dan memukul sang bos, lalu berlari keluar meninggalkan restoran.
Ditengah kemarahannya ia bertekad untuk membalas dendam pada si kulit
putih. Malam berhujan lebat, tiada seorangpun lewat, dan diparkiran ia
bertemu Martha.Untuk membalaskan dendamnya akibat pen-diskriminasian, ia
pun memperkosa sang wanita yang tak berdosa ini. Tapi selesai
melakukannya, Ajili mulai panik dan ketakutan. Malam itu juga ia
menggunakan uang ulang tahunnya untuk membeli tiket KA menuju Napulese,
meninggalkan kota ini.
Di Napulese, ia bertemu keberuntungannya. Ajili mendapatkan pekerjaan
dengan lancar di restoran milik orang Amerika. Kedua pasangan Amerika
ini sangatlah mengagumi kemampuannya, dan menikahkannya dengan anak
perempuan mereka, Lina, dan pada akhirnya juga mempercayainya untuk
mengelola toko mereka.
Beberapa tahun ini, ia yang begitu tangkas, tak hanya memajukan bisnis
toko minuman keras ini, ia juga memiliki 3 anak yang lucu. Di mata
pekerja lainnya dan seluruh anggota keluarga, Ajili merupakan bos yang
baik, suami yang baik, ayah yang baik. Tapi hati nuraninya tetap
membuatnya tak melupakan dosa yang pernah diperbuatnya. Ia selalu
memohon ampun pada Tuhan dan berharap Tuhan melindungi wanita yang
pernah diperkosanya, berharap ia selalu hidup
damai dan tentram. Tapi ia menyimpan rahasianya rapat-rapat, tak
memberitahu seorangpun. Pagi hari itu, Ajili berkali-kali membolak-balik
koran, ia terus mempertimbangkan kemungkinan dirinyalah pelaku yang
dimaksud. Ia tak pernah sedikitpun membayangkan bahwa wanita malang itu
mengandung anaknya, bahkan menanggung tanggung jawab untuk memelihara
dan menjaga anak yang awalnya bukanlah miliknya.
Hari itu, Ajili beberapa kali mencoba menghubungi no.telepon Dr.Adely.
Tapi setiap kali, belum sempat menekan habis tombol telepon, ia telah
menutupnya kembali. Hatinya terus bertentangan, bila ia bersedia
mengakui semuanya, setiap orang kelak akan mengetahui sisi terburuknya
ini, anak-anaknya tak akan lagi mencintainya, ia akan kehilangan
keluarganya yang bahagia dan istrinya yang cantik. Juga akan kehilangan
penghormatan masyarakat disekitarnya. Semua yang ia dapatkan dengan
ditukar kerja kerasnya bertahun-tahun.
Malam itu, saat makan bersama, seluruh keluarga mendiskusikan kasus
Martha. Sang istri, Lina berkata : "Aku sangat mengagumi Martha. Bila
aku di posisinya, aku tak akan memiliki keberanian untuk memelihara anak
hasil perkosaan hingga dewasa. Aku lebih mengagumi lagi suami Martha, ia
sungguh pria yang patut dihormati, tak disangka ia dapat menerima anak
yang demikian.... " Ajili termenung mendengarkan pendapat istrinya, dan
tiba-tiba mengajukan pertanyaan: "Kalau begitu, bagaimana kau memandang
pelaku pemerkosaan itu ? Lina menjawab: "Sedikitpun aku tak akan
memaafkannya !!! " Waktu itu ia sudah membuat kesalahan, kali ini juga
hanya dapat meringkuk menyelingkupi dirinya sendiri, ia benar-benar
begitu rendah, begitu egois, begitu pengecut ! Ia benar-benar seorang
pengecut ! demikian istrinya menjawab dengan dipenuhi api kemarahan.
Ajili mendengarkan saja, tak berani mengatakan kenyataan pada istrinya.
Malam itu, anaknya yang baru berusia 5 tahun begitu rewel tak bersedia
tidur, untuk pertama kalinya Ajili kehilangan kesabaran dan menamparnya.
Sang anak sambil menangis berkata: "Kau ayah yang jahat, aku tak mau
peduli kamu lagi. Aku tak ingin kau menjadi ayahku".
Hati Ajili bagai terpukul keras mendengarnya, ia pun memeluk erat-erat
sang anak dan berkata: "Maaf, ayah tak akan memukulmu lagi. Ayah yang
salah, maafkan papa ya". Sampai di sini, Ajili pun tiba-tiba menangis.
Sang anak terkejut dibuatnya, dan buru-buru berkata untuk menenangkan
ayahnya :
"Baiklah, kumaafkan pa, Guru TK ku bilang, anak yang baik adalah anak
yang mau memperbaiki kesalahannya. ..." Malam itu, Ajili tak dapat
terlelap, merasa dirinya bagaikan terbakar dalam neraka.
Dimatanya selalu terbayang kejadian malam berhujan deras itu, dan
bayangan sang wanita. Ia sepertinya dapat mendengarkan jerit tangis
wanita itu. Tak henti-hentinya ia bertanya pada dirinya sendiri :
"Aku ini sebenarnya orang baik, atau orang jahat?" Mendengar bunyi napas
istrinya yang teratur, ia pun kehilangan seluruh keberaniannya untuk
berdiri. Hari kedua, ia hampir tak tahan lagi rasanya. Istrinya yang
mulai merasakan adanya ketidakberesan pada dirinya, memberikan
perhatian dengan menanyakan apakah ada masalah. Dan ia mencari alasan
tak enak badan untuk meloloskan dirinya. Pagi hari di jam kerja, sang
karyawan menyapanya ramah :
"Selamat pagi, manager !" Mendengar itu, wajahnya tiba-tiba menjadi
pucat pasi, dalam hati dipenuhi perasaan tak menentu dan rasa malu. Ia
merasa dirinya hampir menjadi gila saja rasanya. Setelah berhari-hari
memeriksa hati
nuraninya, Ajili tak dapat lagi terus diam saja, iapun menelepon Dr.
Adely. Ia berusaha sekuat tenaga menjaga suaranya supaya tetap tenang :
"Aku ingin mengetahui keadaan anak malang itu.
Dr. Adely memberitahunya, keadaan sang anak sangat parah. Dr.Adely
menambahkan kalimat terakhirnya berkata: "Entah apa ia dapat menunggu
hari kemunculan ayah kandungnya". Kalimat terakhir ini menyentuh hati
Ajili yang paling dalam, suatu perasaan hangat sebagai sang ayah
mengalir keluar, bagaimanapun anak itu juga merupakan darah dagingnya
sendiri ! Ia pun membulatkan tekad untuk menolong Monika. Ia telah
melakukan kesalahan sekali, tak boleh kembali membiarkan dirinya
meneruskan kesalahan ini. Malam hari itu juga, ia pun mengobarkan
keberaniannya sendiri untuk memberitahu sang istri tentang segala
rahasianya. Terakhir ia berkata :
"Sangatlah mungkin bahwa aku adalah ayah Monika. Aku harus
menyelamatkannya" .
Lina sangat terkejut, marah dan terluka mendengar semuanya, ia
berteriak marah: "Kau PEMBOHONG !".
Malam itu juga ia membawa ketiga anak mereka, dan lari pulang ke ruumah
ayah ibunya. Ketika ia memberitahu mereka tentang kisah Ajili, kemarahan
kedua suami-istri tersebut dengan segera mereda. Mereka adalah dua orang
tua yang penuh pengalaman hidup, mereka menasehatinya : "Memang benar,
kita patut marah terhadap segala tingkah laku Ajili di masa lalu. Tapi
pernahkah kamu memikirkan, ia dapat menghadirkan dirinya untuk muncul,
perlu berapa banyak keberanian besar. Hal ini membuktikan bahwa hati
nuraninya belum sepenuhnya terkubur....
Apakah kau mengharapkan seorang suami yang pernah melakukan kesalahan
tapi kini bersedia memperbaiki dirinya, ataukah seorang suami yang
selamanya menyimpan kebusukan ini didalamnya ?"
Mendengar ini Lina terpekur beberapa lama. Pagi-pagi di hari kedua, ia
langsung kembali ke sisi Ajili, menatap mata sang suami yang dipenuhi
penderitaan, Lina menetapkan hatinya berkata : "Ajili, pergilah menemui
Dr. Adely !
Aku akan menemanimu !"
3 Februari 2003, suami istri Ajili, menghubungi Dr.Adely.
8 Februari, pasangan tersebut tiba di RS Elisabeth, demi untuk
pemeriksaan DNA Ajili.
Hasilnya Ajili benar-benar adalah ayah Monika.
Ketika Martha mengetahui bahwa orang hitam pemerkosanya itu pada
akhirnya berani memunculkan dirinya, ia pun tak dapat menahan air matanya.
Sepuluh tahun ini ia terus memendam dendam kesumat terhadap Ajili,namun
saat ini ia hanya dipenuhi perasaan terharu. Segalanya berlangsung dalam
keheningan.
Demi untuk melindungi pasangan Ajili dan pasangan Martha,pihak RS tidak
mengungkapkan dengan jelas identitas mereka
semua pada media, dan juga tak bersedia mengungkapkan keadaan
sebenarnya, mereka hanya memberitahu media bahwa ayah kandung Monika
telah ditemukan.
Berita ini mengejutkan seluruh pemerhati berita ini. Mereka
terus-menerus menelepon, menulis suratpada Dr. Adely, memohon untuk
dapat menyampaikan kemarahan mereka pada orang hitam ini, sekaligus
penghormatan mereka padanya. Mereka berpendapat : "Barangkali ia pernah
melakukan tindak pidana, namun saat ini ia seorang pahlawan!"
10 Februari, Kedua pasangan Martha dan suami memohon untuk dapat bertemu
muka langsung dengan Ajili.
Awalnya Ajili tak berani untuk menemui mereka,namun pada permohonan
ketiga Martha, iapun menyetujui hal ini.
18 Februari, Dalam ruang tertutup dan dirahasiakan di RS, Martha bertemu
langsung dengan Ajili.
Ajili baru saja memangkas rambutnya, saat ia melihat Martha, langkah
kakinya terasa sangatlah berat, raut wajahnya
memucat. Martha dan suaminya melangkah maju, dan mereka bersama-sama
saling menjabat tangan masing-masing, sesaat ketiga orang tersebut diam
tanpa suara menahan kepedihan, sebelum akhirnya air mata mereka
bersama-sama mengalir. Beberapa waktu kemudian, dengan suara serak Ajili
berkata :
"Maaf...mohon maafkanlah aku !" Kalimat ini telah terpendam dalam hatiku
selama 10 tahun. Hari ini akhirnya aku mendapat kesempatan untuk
mengatakannya langsung kepadamu.
Martha menjawab : "Terima kasih kau dapat muncul. Semoga Tuhan
memberkati, sehingga sumsum tulang belakangmu dapat menolong putriku".
19 Februari, Dokter melakukan pemeriksaan sumsum tulang belakang Ajili.
Untungnya, sumsum tulang belakangnya sangat cocok bagi Monika. Sang
dokter berkata dengan antusias : "Ini suatu keajaiban !"
22 Februari 2003, Sekian lama harapan masyarakat luas akhirnya
terkabulkan. Monika menerima sumsum tulang belakang Ajili, dan pada
akhirnya Monika telah melewati masa kritis.
Satu minggu kemudian, Monika boleh keluar RS dengan sehat walafiat.
Martha dan suami memaafkan Ajili sepenuhnya, dan secara khusus
mengundang Ajili dan Dr. Adely datang kerumah mereka untuk merayakannya.
Tapi hari itu Ajili tidak hadir, ia memohon Dr. Adely membawa suratnya
bagi mereka. Dalam suratnya ia menyatakan penyesalan dan rasa malunya
berkata: "Aku tak ingin kembali mengganggu kehidupan tenang kalian. Aku
berharap Monika berbahagia selalu hidup dan tumbuh dewasa bersama
kalian. Bila kalian menghadapi kesulitan bagaimanapun, harap hubungi
aku,aku akan berusaha sekuat tenaga untuk membantu kalian. Saat ini
juga, aku sangat berterima kasih pada Monika, dari dalam lubuk hatiku
terdalam, dialah yang memberiku kesempatan untuk menebus dosa. Dialah
yang membuatku dapat memiliki kehidupan yang benar-benar bahagia di
separoh usiaku selanjutnya. Ini adalah hadiah yang ia berikan padaku !"
( Italia post)
"Kita tidak dapat berbuat apapun untuk mengubah masa lalu, tapi kita
bisa mengendalikan masa depan dengan berbuat KEBAIKAN mulai hari ini..."
Dari millis tetangga
Misteri di Balik Tindihan ( ereup2 kalo kata orang jawa )
Pernah terbangun dari tidur, tapi sulit bergerak ataupun berteriak? Tenang, Anda bukan sedang diganggu mahkluk halus. Ini penjelasan ilmiahnya!
KEJADIAN ini sering saya alami sejak zaman SMA, bahkan hingga sekarang (meski frekuensinya sudah sangat berkurang). Saat hendak bangun dari tidur atau baru saja terlelap, saya merasa seperti ditindih sesuatu. Ini membuat saya sulit bangun ataupun berteriak minta tolong.
Lalu, ada sedikit rasa dingin menjalar dari ujung kaki ke seluruh tubuh. Untuk bisa bangun, satu-satunya cara adalah menggerakkan ujung kaki, ujung tangan atau kepala sekencang-kencangny a hingga seluruh tubuh bisa digerakkan kembali.
Pernah terbangun dari tidur, tapi sulit bergerak ataupun berteriak? Tenang, Anda bukan sedang diganggu mahkluk halus. Ini penjelasan ilmiahnya!
KEJADIAN ini sering saya alami sejak zaman SMA, bahkan hingga sekarang (meski frekuensinya sudah sangat berkurang). Saat hendak bangun dari tidur atau baru saja terlelap, saya merasa seperti ditindih sesuatu. Ini membuat saya sulit bangun ataupun berteriak minta tolong.
Lalu, ada sedikit rasa dingin menjalar dari ujung kaki ke seluruh tubuh. Untuk bisa bangun, satu-satunya cara adalah menggerakkan ujung kaki, ujung tangan atau kepala sekencang-kencangny a hingga seluruh tubuh bisa digerakkan kembali.
Setelah itu, biasanya saya tidak berani tidur. Takut kesadaran saya hilang atau kejadian itu berulang lagi. Apalagi saat kejadian, saya seperti melihat sebuah bayangan di kegelapan.
Pernah saya saya bercerita tentang hal ini pada ibu saya. Beliau mengatakan saya mengalami tindihan. Dan menurut kepercayaan orang tua, yang menindih adalah makhluk halus. Ih, seram ya! Namun, logika saya berusaha mencari penjelasan ilmiah. Inilah hasilnya
Sleep Paralysis
Menurut medis, keadaan ketika orang akan tidur atau bangun tidur merasa sesak napas seperti dicekik, dada sesak, badan sulit bergerak dan sulit berteriak disebut sleep paralysis alias tidur lumpuh (karena tubuh tak bisa bergerak dan serasa lumpuh). Hampir setiap orang pernah mengalaminya. Setidaknya sekali atau dua kali dalam hidupnya.
Sleep paralysis bisa terjadi pada siapa saja, lelaki atau perempuan. Dan usia rata-rata orang pertama kali mengalami gangguan tidur ini adalah 14-17 tahun. Sleep paralysis alias tindihan ini memang bisa berlangsung dalam hitungan detik hingga menit. Yang menarik, saat tindihan terjadi kita sering mengalami halusinasi, seperti melihat sosok atau bayangan hitam di sekitar tempat tidur. Tak heran, fenomena ini pun sering dikaitkan dengan hal mistis.
Di dunia Barat, fenomena tindihan sering disebut mimpi buruk inkubus atau old hag berdasarkan bentuk bayangan yang muncul. Ada juga yang merasa melihat agen rahasia asing atau alien. Sementara di beberapa lukisan abad pertengahan, tindihan digambarkan dengan sosok roh jahat menduduki dada seorang perempuan hingga ia ketakutan dan sulit bernapas.
Kurang Tidur
Menurut Al Cheyne, peneliti dari Universitas Waterloo, Kanada, sleep paralysis, adalah sejenis halusinasi karena adanya malfungsi tidur di tahap rapid eye movement (REM).
Sebagai pengetahuan, berdasarkan gelombang otak, tidur terbagi dalam 4 tahapan. Tahapan itu adalah tahap tidur paling ringan (kita masih setengah sadar), tahap tidur yang lebih dalam, tidur paling dalam dan tahap REM. Pada tahap inilah mimpi terjadi.
Saat kondisi tubuh terlalu lelah atau kurang tidur, gelombang otak tidak mengikuti tahapan tidur yang seharusnya. Jadi, dari keadaan sadar (saat hendak tidur) ke tahap tidur paling ringan, lalu langsung melompat ke mimpi (REM).
Ketika otak mendadak terbangun dari tahap REM tapi tubuh belum, di sinilah sleep paralysis terjadi. Kita merasa sangat sadar, tapi tubuh tak bisa bergerak. Ditambah lagi adanya halusinasi muncul sosok lain yang sebenarnya ini merupakan ciri khas dari mimpi.
Selain itu, sleep paralysis juga bisa disebabkan sesuatu yang tidak dapat dikontrol. Akibatnya, muncul stres dan terbawa ke dalam mimpi. Lingkungan kerja pun ikut berpengaruh. Misalnya, Anda bekerja dalam shift sehingga kekurangan tidur atau memiliki pola tidur yang tidak teratur.
Jangan Anggap Remeh
Meski biasa terjadi, gangguan tidur ini patut diwaspadai. Pasalnya, sleep paralysis bisa juga merupakan pertanda narcolepsy (serangan tidur mendadak tanpa tanda-tanda mengantuk), sleep apnea (mendengkur) , kecemasan, atau depresi.
Jika Anda sering mengalami gangguan tidur ini, sebaiknya buat catatan mengenai pola tidur selama beberapa minggu. Ini akan membantu Anda mengetahui penyebabnya. Lalu, atasi dengan menghindari pemicu. Bila tindihan diakibatkan terlalu lelah, coba lebih banyak beristirahat.
Kurang tidur pun tidak boleh dianggap remeh. Jika sudah menimbulkan sleep paralysis, kondisinya berarti sudah berat. Segera evaluasi diri dan cukupi kebutuhan tidur. Usahakan tidur 8-10 jam pada jam yang sama setiap malam.
Perlu diketahui juga, seep paralysis umumnya terjadi pada orang yang tidur dalam posisi telentang (wajah menghadap ke atas dan hampir nyenyak atau dalam keadaan hampir terjaga dari tidur). Itu sebabnya, kita perlu sering mengubah posisi tidur untuk mengurangi risiko terserang gangguan tidur ini.
Nah, jika tindihan disertai gejala lain, ada baiknya segera ke dokter ahli tidur atau laboratorium tidur untuk diperiksa lebih lanjut. Biasanya dokter akan menanyakan kapan tindihan dimulai dan sudah berlangsung berapa lama. Catatan yang telah Anda buat tadi akan sangat membantu ketika memeriksakan diri ke dokter.
Mitos Sleep Paralysis Di Berbagai Negara
- Di budaya Afro-Amerika, gangguan tidur ini disebut the devil riding your back hantu atau hantu yang sedang menaiki bahu seseorang.
- Di budaya China, disebut gui ya shen alias gangguan hantu yang menekan tubuh seseorang.
- Di budaya Meksiko, disebut se me subio el muerto dan dipercaya sebagai kejadian adanya arwah orang meninggal yang menempel pada seseorang.
- Di budaya Kamboja, Laos dan Thailand, disebut pee umm, mengacu pada kejadian di mana seseorang tidur dan bermimpi makhluk halus memegangi atau menahan tubuh orang itu untuk tinggal di alam mereka.
- Di budaya Islandia, disebut mara. Ini adalah kata kuno bahasa Island. Artinya hantu yang menduduki dada seseorang di malam hari, berusaha membuat orang itu sesak napas dan mati lemas.
- Di budaya Tuki, disebut karabasan, dipercaya sebagai makhluk yang menyerang orang di kala tidur, menekan dada orang tersebut dan mengambil napasnya.
- Di budaya Jepang, disebut kanashibari, yang secara literatur diartikan mengikat sehingga diartikan seseorang diikat oleh makhluk halus.
- Di budaya Vietnam, disebut ma de yang artinya dikuasai setan. Banyak penduduk Vietnam percaya gangguan ini terjadi karena makhluk halus merasuki tubuh seseorang.
- Di budaya Hungaria, disebut lidercnyomas dan dikaitkan dengan kata supranatural boszorkany (penyihir). Kata boszorkany sendiri berarti menekan sehingga kejadian ini diterjemahkan sebagai tekanan yang dilakukan makhluk halus pada seseorang di saat tidur.
- Di budaya Malta, gangguan tidur ini dianggap sebagai serangan oleh Haddiela (istri Hares), dewa bangsa Malta yang menghantui orang dengan cara merasuki orang tersebut. Dan untuk terhindar dari serangan Haddiela, seseorang harus menaruh benda dari perak atau sebuah pisau di bawah bantal saat tidur.
- Di budaya New Guinea, fenomena ini disebut Suk Ninmyo. Ini adalah pohon keramat yang hidup dari roh manusia. Pohon keramat ini akan memakan roh manusia di malam hari agar tidak menggangu manusia di siang hari. Namun, seringkali orang yang rohnya sedang disantap pohon ini terbangun dan terjadilah sleep paralysis.
Sumber : Dari millis yahoo
Cerita 7 Satrio Piningit Indonesia
Dipaparkan ada tujuh satrio piningit yang akan muncul sebagai tokoh yang dikemudian hari akan memerintah atau memimpin wilayah seluas wilayah “bekas” kerajaan Majapahit , yaitu : Satrio Kinunjoro Murwo Kuncoro, Satrio Mukti Wibowo Kesandung Kesampar, Satrio Jinumput Sumelo Atur, Satrio Lelono Topo Ngrame, Satrio Piningit Hamong Tuwuh, Satrio Boyong Pambukaning Gapuro, Satrio Pinandito Sinisihan Wahyu.
Berkenaan dengan itu, banyak kalangan yang kemudian mencoba menafsirkan ke-tujuh Satrio Piningit itu adalah sebagai berikut :
1. SATRIO KINUNJORO MURWO KUNCORO. Tokoh pemimpin yang akrab dengan penjara (Kinunjoro), yang akan membebaskan bangsa ini dari belenggu keterpenjaraan dan akan kemudian menjadi tokoh pemimpin yang sangat tersohor diseluruh jagad (Murwo Kuncoro). Tokoh yang dimaksud ini ditafsirkan sebagai Soekarno, Proklamator dan Presiden Pertama Republik Indonesia yang juga Pemimpin Besar Revolusi dan pemimpin Rezim Orde Lama. Berkuasa tahun 1945-1967.
2. SATRIO MUKTI WIBOWO KESANDUNG KESAMPAR. Tokoh pemimpin yang berharta dunia (Mukti) juga berwibawa/ditakuti (Wibowo), namun akan mengalami suatu keadaan selalu dipersalahkan, serba buruk dan juga selalu dikaitkan dengan segala keburukan / kesalahan (Kesandung Kesampar). Tokoh yang dimaksud ini ditafsirkan sebagai Soeharto, Presiden Kedua Republik Indonesia dan pemimpin Rezim Orde Baru yang ditakuti. Berkuasa tahun 1967-1998.
3. SATRIO JINUMPUT SUMELA ATUR. Tokoh pemimpin yang diangkat/terpungut (Jinumput) akan tetapi hanya dalam masa jeda atau transisi atau sekedar menyelingi saja (Sumela Atur). Tokoh yang dimaksud ini ditafsirkan sebagai BJ Habibie, Presiden Ketiga Republik Indonesia. Berkuasa tahun 1998-1999.
4. SATRIO LELONO TAPA NGRAME. Tokoh pemimpin yang suka mengembara / keliling dunia (Lelono) akan tetapi dia juga seseorang yang mempunyai tingkat kejiwaan Religius yang cukup / Rohaniawan (Tapa Ngrame). Tokoh yang dimaksud ini ditafsirkan sebagai KH. Abdurrahman Wahid, Presiden Keempat Republik Indonesia. Berkuasa tahun 1999-2000.
5. SATRIO PININGIT HAMONG TUWUH. Tokoh pemimpin yang muncul membawa kharisma keturunan dari moyangnya (Hamong Tuwuh). Tokoh yang dimaksud ini ditafsirkan sebagai Megawati Soekarnoputri, Presiden Kelima Republik Indonesia. Berkuasa tahun 2000-2004.
6. SATRIO BOYONG PAMBUKANING GAPURO. Tokoh pemimpin yang berpindah tempat (Boyong) dan akan menjadi peletak dasar sebagai pembuka gerbang menuju tercapainya zaman keemasan (Pambukaning Gapuro). Banyak pihak yang menyakini tafsir dari tokoh yang dimaksud ini adalah Susilo Bambang Yudhoyono. Ia akan selamat memimpin bangsa ini dengan baik manakala mau dan mampu mensinergikan dengan kekuatan Sang Satria Piningit atau setidaknya dengan seorang spiritualis sejati satria piningit yang hanya memikirkan kemaslahatan bagi seluruh rakyat Indonesia sehingga gerbang mercusuar dunia akan mulai terkuak. Mengandalkan para birokrat dan teknokrat saja tak akan mampu menyelenggarakan pemerintahan dengan baik. Ancaman bencana alam, disintegrasi bangsa dan anarkhisme seiring prahara yang terus terjadi akan memandulkan kebijakan yang diambil.
7. SATRIO PINANDITO SINISIHAN WAHYU. Tokoh pemimpin yang amat sangat Religius sampai-sampai digambarkan bagaikan seorang Resi Begawan (Pinandito) dan akan senantiasa bertindak atas dasar hukum / petunjuk Allah SWT (Sinisihan Wahyu). Dengan selalu bersandar hanya kepada Allah SWT, Insya Allah, bangsa ini akan mencapai zaman keemasan yang sejati.
[ Sumber : Buku B. R.Ng. Ronggowarsito ]
JALAN DENGAN KEONG
Tuhan memberiku sebuah tugas, yaitu membawa keong jalan-jalan.
Aku tak dapat jalan terlalu cepat, keong sudah berusaha keras merangkak, Setiap kali hanya beralih sedemikian sedikit
Aku mendesak, menghardik, memarahinya, Keong memandangku dengan pandangan meminta-maaf, Serasa berkata : "aku sudah berusaha dengan segenap tenaga !"
Aku menariknya, menyeret, bahkan menendangnya, keong terluka.
Ia mengucurkan keringat, nafas tersengal-sengal, merangkak ke depan Sungguh aneh, mengapa Tuhan memintaku mengajak seekor keong berjalan-jalan.
Ya Tuhan! Mengapa ? Langit sunyi-senyapBiarkan saja keong merangkak didepan, aku kesal dibelakang.
Pelankan langkah, tenangkan hati....
Oh? Tiba-tiba tercium aroma bunga, ternyata ini adalah sebuah taman bunga.
Aku rasakan hembusan sepoi angin, ternyata angin malam demikian lembut.
Ada lagi! Aku dengar suara kicau burung, suara dengung cacing.
Aku lihat langit penuh bintang cemerlang. Oh?
Mengapa dulu tidak rasakan semua ini ?
Barulah aku teringat, Mungkin aku telah salah menduga!
Ternyata Tuhan meminta keong menuntunku jalan-jalan sehingga aku dapat mamahami dan merasakan keindahan taman ini yang tak pernah kualami kalo aku berjalan sendiri dengan cepatnya.
"He's here and with me for a reason"
Saat bertemu dengan orang yang benar-benar engkau kasihi, Haruslah berusaha memperoleh kesempatan untuk bersamanya seumur hidupmu.
Karena ketika dia telah pergi, segalanya telah terlambat.
Saat bertemu teman yang dapat dipercaya, rukunlah bersamanya.
Karena seumur hidup manusia, teman sejati tak mudah ditemukan.
Saat bertemu penolongmu, Ingat untuk berterima kasih padanya.
Karena ialah yang mengubah hidupmu
Saat bertemu orang yang pernah kau cintai, Ingatlah dengan tersenyum untuk berterima-kasih .
Karena ia lah orang yang membuatmu lebih mengerti tentang kasih.
Saat bertemu orang yang pernah kau benci, Sapalah dengan tersenyum.
Karena ia membuatmu semakin teguh / kuat.
Saat bertemu orang yang pernah mengkhianatimu, Baik-baiklah berbincanglah
dengannya. Karena jika bukan karena dia, hari ini engkau tak memahami dunia ini.
Saat bertemu orang yang pernah diam-diam kau cintai, Berkatilah dia.
Karena saat kau mencintainya, bukankah berharap ia bahagia ?
Saat bertemu orang yang tergesa-gesa meninggalkanmu, Berterima-kasihlah bahwa ia pernah ada dalam hidupmu.
Karena ia adalah bagian dari nostalgiamu
Saat bertemu orang yang pernah salah-paham padamu, Gunakan saat tersebut untuk menjelaskannaya.
Karena engkau mungkin hanya punya satu kesempatan itu saja untuk menjelaskan.
Saat bertemu orang yang saat ini menemanimu seumur hidup, Berterima-kasihlah sepenuhnya bahwa ia mencintaimu.
Karena saat ini kalian mendapatkan kebahagiaan dan cinta sejati
[ Sumber : dari berbagai sumber ]
Kisah seekor belalang
Seekor belalang telah lama terkurung dalam sebuah kotak.
Suatu hari ia berhasil keluar dari kotak yang mengurungnya
tersebut. Dengan gembira ia melompat-lompat menikmati
kebebasannya.
Di perjalanan dia bertemu dengan seekor belalang lain.
Namun dia keheranan mengapa belalang itu bisa melompat
lebih tinggi dan lebih jauh darinya.
Dengan penasaran ia menghampiri belalang itu, dan bertanya,
"Mengapa kau bisa melompat lebih tinggi dan lebih jauh,
padahal kita tidak jauh berbeda dari usia ataupun bentuk
tubuh ?".
Belalang itu pun menjawabnya dengan pertanyaan,
"Dimanakah kau selama ini tinggal? Karena semua belalang
yang hidup di alam bebas pasti bisa melakukan seperti yang
aku lakukan".
Saat itu si belalang baru tersadar bahwa selama ini kotak
itulah yang membuat lompatannya tidak sejauh dan setinggi
belalang lain yang hidup di alam bebas.
Renungan :
Kadang-kadang kita sebagai manusia, tanpa sadar, pernah
juga mengalami hal yang sama dengan belalang.
Lingkungan yang buruk, hinaan, trauma masa lalu, kegagalan
yang beruntun, perkataan teman atau pendapat tetangga,
seolah membuat kita terkurung dalam kotak semu yang
membatasi semua kelebihan kita. Lebih sering kita mempercayai mentah-mentah apapun yang mereka voniskan kepada kita tanpa pernah berpikir benarkah Anda separah itu?
Bahkan lebih buruk lagi, kita lebih memilih mempercayai
mereka daripada mempercayai diri sendiri.
Tidakkah Anda pernah mempertanyakan kepada nurani bahwa
Anda bisa "melompat lebih tinggi dan lebih jauh" kalau Anda
mau menyingkirkan "kotak" itu?
Tidakkah Anda ingin membebaskan diri agar Anda bisa mencapai
sesuatu yang selama ini Anda anggap diluar batas kemampuan
Anda?
Beruntung sebagai manusia kita dibekali Tuhan kemampuan
untuk berjuang, tidak hanya menyerah begitu saja pada apa
yang kita alami. Karena itu teman, teruslah berusaha mencapai apapun yang Anda ingin capai. Sakit memang, lelah memang, tapi bila Anda sudah sampai di puncak, semua pengorbanan itu pasti akan terbayar.
Kehidupan Anda akan lebih baik kalau hidup dengan cara hidup
pilihan Anda. Bukan cara hidup seperti yang mereka pilihkan
untuk Anda.
Cintailah Ibu kita sebagaimana kita mencintai diri kita sendiri
"Shi Sang Chi You Mama Hau"
Alkisah, ada sepasang kekasih yang saling mencintai. Sang pria berasal dari
keluarga kaya, dan merupakan orang
yang terpandang di kota tersebut. Sedangkan sang wanita adalah seorang
yatim piatu, hidup serba kekurangan,
tetapi cantik, lemah lembut, dan baik hati. Kelebihan inilah yang membuat
sang pria jatuh hati.
Sang wanita hamil di luar nikah. Sang pria lalu mengajaknya menikah,
dengan membawa sang wanita ke rumahnya.
Seperti yang sudah mereka duga, orang tua sang pria tidak menyukai wanita
tsb. Sebagai orang yang terpandang
di kota tsb, latar belakang wanita tsb akan merusak reputasi
keluarga. Sebaliknya, mereka bahkan telah
mencarikan jodoh yang sepadan untuk anaknya. Sang pria berusaha
menyakinkan orang tuanya, bahwa ia sudah
menetapkan keputusannya, apapun resikonya bagi dia.
Sang wanita merasa tak berdaya, tetapi sang pria menyakinkan wanita tsb
bahwa tidak ada yang bisa memisahkan
mereka. Sang pria terus berargumen dengan orang tuanya, bahkan membantah
perkataan orangtuanya, sesuatu yang
belum pernah dilakukannya selama hidupnya (di zaman dulu, umumnya
seorang anak sangat tunduk pada orang
tuanya).
Sebulan telah berlalu, sang pria gagal untuk membujuk orang tuanya agar
menerima calon istrinya. Sang orang
tua juga stress karena gagal membujuk anak satu-satunya, agar berpisah
dengan wanita tsb, yang menurut mereka
akan sangat merugikan masa depannya.
Sang pria akhirnya menetapkan pilihan untuk kawin lari. Ia memutuskan
untuk meninggalkan semuanya demi sang
kekasih. Waktu keberangkatan pun ditetapkan, tetapi rupanya rencana ini
diketahui oleh orang tua sang pria.
Maka ketika saatnya tiba, sang ortu mengunci anaknya di dalam kamar
dan dijaga ketat oleh para bawahan di
rumahnya yang besar.
Sebagai gantinya, kedua orang tua datang ke tempat yang telah ditentukan
sepasang kekasih tsb untuk melarikan
diri. Sang wanita sangat terkejut dengan kedatangan ayah dan ibu
sang pria.. Mereka kemudian memohon
pengertian dari sang wanita, agar meninggalkan anak mereka satu-satunya.
Menurut mereka, dengan perbedaan status sosial yang sangat besar,
perkawinan mereka hanya akan menjadi
gunjingan seluruh penduduk kota , reputasi anaknya akan tercemar,
orang2 tidak akan menghormatinya lagi.
Akibatnya, bisnis yang akan diwariskan kepada anak mereka akan bangkrut
secara perlahan2.
Mereka bahkan memberikan uang dalam jumlah banyak, dengan permohonan
agar wanita tsb meninggalkan kota ini,
tidak bertemu dengan anaknya lagi, dan menggugurkan kandungannya. Uang
tsb dapat digunakan untuk membiayai
hidupnya di tempat lain.
Sang wanita menangis tersedu-sedu. Dalam hati kecilnya, ia sadar bahwa
perbedaan status sosial yang sangat
jauh, akan menimbulkan banyak kesulitan bagi kekasihnya. Akhirnya, ia
setuju untuk meninggalkan kota ini,
tetapi menolak untuk menerima uang tsb. Ia mencintai sang pria, bukan
uangnya. Walaupun ia sepenuhnya sadar,
jalan hidupnya ke depan akan sangat sulit?
Ibu sang pria kembali memohon kepada wanita tsb untuk meninggalkan
sepucuk surat kepada mereka, yang
menyatakan bahwa ia memilih berpisah dengan sang pria. Ibu sang
pria kuatir anaknya akan terus mencari
kekasihnya, dan tidak mau meneruskan usaha orang tuanya. "Walaupun ia kelak
bukan suamimu, bukankah Anda ingin
melihatnya sebagai seseorang yang berhasil? Ini adalah untuk kebaikan
kalian berdua", kata sang ibu.
Dengan berat hati, sang wanita menulis surat . Ia menjelaskan
bahwa ia sudah memutuskan untuk pergi
meninggalkan sang pria.. Ia sadar bahwa keberadaannya hanya akan
merugikan sang pria. Ia minta maaf karena
telah melanggar janji setia mereka berdua, bahwa mereka akan selalu bersama
dalam menghadapi penolakan2 akibat
perbedaan status sosial mereka. Ia tidak kuat lagi menahan penderitaan ini,
dan memutuskan untuk berpisah.
Tetesan air mata sang wanita tampak membasahi surat tersebut.
Sang wanita yang malang tsb tampak tidak punya pilihan lain. Ia
terjebak antara moral dan cintanya. Sang
wanita segera meninggalkan kota itu, sendirian. Ia menuju sebuah
desa yang lebih terpencil. Disana, ia
bertekad untuk melahirkan dan membesarkan anaknya.
Tiga tahun telah berlalu. Ternyata wanita tersebut telah menjadi seorang
ibu. Anaknya seorang laki2. Sang ibu
bekerja keras siang dan malam, untuk membiayai kehidupan mereka. Di pagi
dan siang hari, ia bekerja di sebuah
industri rumah tangga, malamnya, ia menyuci pakaian2 tetangga dan
menyulam sesuai dengan pesanan pelanggan.
Kebanyakan ia melakukan semua pekerjaan ini sambil menggendong anak di
punggungnya.
Walaupun ia cukup berpendidikan, ia menyadari bahwa pekerjaan lain tidak
memungkinkan, karena ia harus berada
di sisi anaknya setiap saat. Tetapi sang ibu tidak pernah mengeluh dengan
pekerjaannya. ..
Di usia tiga tahun, suatu saat, sang anak tiba2 sakit keras. Demamnya
sangat tinggi. Ia segera dibawa ke rumah
sakit setempat. Anak tsb harus menginap di rumah sakit selama beberapa
hari. Biaya pengobatan telah menguras
habis seluruh tabungan dari hasil kerja kerasnya selama ini, dan itupun
belum cukup. Ibu tsb akhirnya juga
meminjam ke sana-sini, kepada siapapun yang bermurah hati untuk memberikan
pinjaman.
Saat diperbolehkan pulang, sang dokter menyarankan untuk membuat sup
ramuan, untuk mempercepat kesembuhan
putranya. Ramuan tsb terdiri dari obat2 herbal dan daging sapi untuk
dikukus bersama. Tetapi sang ibu hanya
mampu membeli obat2 herbal tsb, ia tidak punya uang sepeserpun lagi untuk
membeli daging. Untuk meminjam lagi,
rasanya tak mungkin, karena ia telah berutang kepada semua orang yang ia
kenal, dan belum terbayar.
Ketika di rumah, sang ibu menangis. Ia tidak tahu harus berbuat apa, untuk
mendapatkan daging. Toko daging di
desa tsb telah menolak permintaannya, untuk bayar di akhir bulan saat
gajian.
Diantara tangisannya, ia tiba2 mendapatkan ide. Ia mencari alkohol yang
ada di rumahnya, sebilah pisau dapur,
dan sepotong kain. Setelah pisau dapur dibersihkan dengan alkohol, sang
ibu nekad mengambil sekerat daging
dari pahanya. Agar tidak membangunkan anaknya yang sedang tidur, ia
mengikat mulutnya dengan sepotong kain.
Darah berhamburan. Sang ibu tengah berjuang mengambil dagingnya sendiri,
sambil berusaha tidak mengeluarkan
suara kesakitan yang teramat sangat?..
Hujan lebatpun turun. Lebatnya hujan menyebabkan rintihan kesakitan
sang ibu tidak terdengar oleh para
tetangga, terutama oleh anaknya sendiri. Tampaknya langit juga
tersentuh dengan pengorbanan yang sedang
dilakukan oleh sang ibu ............ .
Enam tahun telah berlalu, anaknya tumbuh menjadi seorang anak yang
tampan, cerdas, dan berbudi pekerti. Ia
juga sangat sayang ibunya. Di hari minggu, mereka sering pergi ke taman di
desa tersebut, bermain bersama, dan
bersama2 menyanyikan lagu "Shi Sang Chi You Mama Hau" (terjemahannya
"Di Dunia ini, hanya ibu seorang yang
baik").
Sang anak juga sudah sekolah. Sang ibu sekarang bekerja sebagai
penjaga toko, karena ia sudah bisa
meninggalkan anaknya di siang hari.
Hari2 mereka lewatkan dengan kebersamaan, penuh kebahagiaan. Sang anak
terkadang memaksa ibunya, agar ia bisa
membantu ibunya menyuci di malam hari.. Ia tahu ibunya masih menyuci
di malam hari, karena perlu tambahan
biaya untuk sekolahnya. Ia memang seorang anak yang cerdas.
Ia juga tahu, bulan depan adalah hari ulang tahun ibunya. Ia berniat
membelikan sebuah jam tangan, yang sangat
didambakan ibunya selama ini. Ibunya pernah mencobanya di sebuah toko,
tetapi segera menolak setelah pemilik
toko menyebutkan harganya. Jam tangan itu sederhana, tidak terlalu
mewah, tetapi bagi mereka, itu terlalu
mahal. Masih banyak keperluan lain yang perlu dibiayai.
Sang anak segera pergi ke toko tsb, yang tidak jauh dari rumahnya. Ia
meminta kepada kakek pemilik toko agar
menyimpan jam tangan tsb, karena ia akan membelinya bulan depan. "Apakah
kamu punya uang?" tanya sang pemilik
toko. "Tidak sekarang, nanti saya akan punya", kata sang anak dengan
serius.
Ternyata, bulan depan sang anak benar2 muncul untuk membeli jam tangan
tsb. Sang kakek juga terkejut, kiranya
sang anak hanya main2.
Ketika menyerahkan uangnya, sang kakek bertanya "Dari mana kamu
mendapatkan uang itu? Bukan mencuri kan ?".
"Saya tidak mencuri, kakek.
Hari ini adalah hari ulang tahun ibuku. Saya biasanya naik becak pulang
pergi ke sekolah. Selama sebulan ini,
saya berjalan kaki saat pulang dari sekolah ke rumah, uang jajan dan uang
becaknya saya simpan untuk beli jam
ini. Kakiku sakit, tapi ini semua untuk ibuku. O ya, jangan beritahu
ibuku tentang hal ini. Ia akan marah"
kata sang anak. Sang pemilik toko tampak kagum pada anak tsb.
Seperti biasanya, sang ibu pulang dari kerja di sore hari. Sang anak
segera memberikan ucapan selamat pada
ibu, dan menyerahkan jam tangan tsb. Sang ibu terkejut bercampur haru,
ia bangga dengan anaknya. Jam tangan
ini memang adalah impiannya. Tetapi sang ibu tiba2 tersadar, dari mana
uang untuk membeli jam tsb. Sang anak
tutup mulut, tidak mau menjawab.
"Apakah kamu mencuri, Nak?" Sang anak diam seribu bahasa, ia
tidak ingin ibu mengetahui bagaimana ia
mengumpulkan uang tersebut.
Setelah ditanya berkali2 tanpa jawaban, sang ibu menyimpulkan bahwa
anaknya telah mencuri. "Walaupun kita
miskin, kita tidak boleh mencuri. Bukankah ibu sudah mengajari kamu tentang
hal ini?" kata sang ibu.
Lalu ibu mengambil rotan dan mulai memukul anaknya. Biarpun ibu sayang pada
anaknya, ia harus mendidik anaknya
sejak kecil. Sang anak menangis, sedangkan air mata sang ibu mengalir
keluar. Hatinya begitu perih, karena ia
sedang memukul belahan hatinya. Tetapi ia harus melakukannya, demi kebaikan
anaknya.
Suara tangisan sang anak terdengar keluar. Para tetangga menuju ke
rumah tsb heran, dan kemudian prihatin
setelah mengetahui kejadiannya. "Ia sebenarnya anak yang baik", kata salah
satu tetangganya.
Kebetulan sekali, sang pemilik toko sedang berkunjung ke rumah
salah satu tetangganya yang merupakan
familinya.
Ketika ia keluar melihat ke rumah itu, ia segera mengenal anak itu. Ketika
mengetahui persoalannya, ia segera
menghampiri ibu itu untuk menjelaskan. Tetapi tiba2 sang anak berlari
ke arah pemilik toko, memohon agar
jangan menceritakan yang sebenarnya pada ibunya.
"Nak, ketahuilah, anak yang baik tidak boleh berbohong, dan tidak boleh
menyembunyi- kan sesuatu dari ibunya".
Sang anak mengikuti nasehat kakek itu. Maka kakek itu mulai menceritakan
bagaimana sang anak tiba2 muncul di
tokonya sebulan yang lalu, memintanya untuk menyimpan jam tangan tsb,
dan sebulan kemudian akan membelinya.
Anak itu muncul siang tadi di tokonya, katanya hari ini adalah hari ulang
tahun ibunya. Ia juga menceritakan
bagaimana sang anak berjalan kaki dari sekolahnya pulang ke rumah dan
tidak jajan di sekolah selama sebulan
ini, untuk mengumpulkan uang membeli jam tangan kesukaan ibunya.
Tampak sang kakek meneteskan air mata saat selesai menjelaskan hal tsb,
begitu pula dengan tetangganya. Sang
ibu segera memeluk anak kesayangannya, keduanya menangis dengan
tersedu-sedu. "Maafkan saya, Nak."
"Tidak Bu, saya yang bersalah"... ......... .. ..
Sementara itu, ternyata ayah dari sang anak sudah menikah, tetapi
istrinya mandul. Mereka tidak punya anak.
Sang ortu sangat sedih akan hal ini, karena tidak akan ada yang mewarisi
usaha mereka kelak.
Ketika sang ibu dan anaknya berjalan2 ke kota , dalam sebuah kesempatan,
mereka bertemu dengan sang ayah dan
istrinya. Sang ayah baru menyadari bahwa sebenarnya ia sudah punya
anak dari darah dagingnya sendiri. Ia
mengajak mereka berkunjung ke rumahnya, bersedia menanggung semua biaya
hidup mereka, tetapi sang ibu menolak.
Kami bisa hidup dengan baik tanpa bantuanmu.
Berita ini segera diketahui oleh orang tua sang pria. Mereka begitu
ingin melihat cucunya, tetapi sang ibu
tidak mau mengizinkan.
Di pertengahan tahun, penyakit sang anak kembali kambuh. Dokter
mengatakan bahwa penyakit sang anak butuh
operasi dan perawatan yang konsisten. Kalau kambuh lagi, akan membahayakan
jiwanya.
Keuangan sang ibu sudah agak membaik, dibandingkan sebelumnya. Tetapi
biaya medis tidaklah murah, ia tidak
sanggup membiayainya.
Sang ibu kembali berpikir keras. Tetapi ia tidak menemukan solusi yang
tepat. Satu2nya jalan keluar adalah
menyerahkan anaknya kepada sang ayah, karena sang ayahlah yang mampu
membiayai perawatannya.
Maka di hari Minggu ini, sang ibu kembali mengajak anaknya
berkeliling kota , bermain2 di taman kesukaan
mereka. Mereka gembira sekali, menyanyikan lagu "Shi Sang Chi You Mama
Hau", lagu kesayangan mereka. Untuk
sejenak, sang ibu melupakan semua penderitaannya, ia hanyut dalam
kegembiraan bersama sang anak.
Sepulang ke rumah, ibu menjelaskan keadaannya pada sang anak. Sang anak
menolak untuk tinggal bersama ayahnya,
karena ia hanya ingin dengan ibu. "Tetapi ibu tidak mampu membiayai
perawatan kamu, Nak" kata ibu. "Tidak apa2
Bu, saya tidak perlu dirawat. Saya sudah sehat, bila bisa bersama2
dengan ibu. Bila sudah besar nanti, saya
akan cari banyak uang untuk biaya perawatan saya dan untuk ibu. Nanti, ibu
tidak perlu bekerja lagi, Bu", kata
sang anak. Tetapi ibu memaksa akan berkunjung ke rumah sang ayah
keesokan harinya. Penyakitnya memang bisa
kambuh setiap saat.
Disana ia diperkenalkan dengan kakek dan neneknya. Keduanya sangat senang
melihat anak imut tersebut. Ketika
ibunya hendak pulang, sang anak meronta2 ingin ikut pulang dengan ibunya.
Walaupun diberikan mainan kesukaan
sang anak, yang tidak pernah ia peroleh saat bersama ibunya, sang anak
menolak. "Saya ingin Ibu, saya tidak
mau mainan itu", teriak sang anak dengan nada yang polos. Dengan hati
sedih dan menangis, sang ibu berkata
"Nak, kamu harus dengar nasehat ibu. Tinggallah di sini. Ayah, kakek
dan nenek akan bermain bersamamu."
"Tidak, aku tidak mau mereka. Saya hanya mau ibu, saya sayang ibu, bukankah
ibu juga sayang saya? Ibu sekarang
tidak mau saya lagi", sang anak mulai menangis.
Bujukan demi bujukan ibunya untuk tinggal di rumah besar tsb tidak
didengarkan anak kecil tsb. Sang anak
menangis tersedu2 "Kalau ibu sayang padaku, bawalah saya pergi, Bu".
Sampai pada akhirnya, ibunya memaksa
dengan mengatakan "Benar, ibu tidak sayang kamu lagi. Tinggallah
disini", ibunya segera lari keluar
meninggalkan rumah tsb. Tampak anaknya meronta2 dengan ledakan tangis yang
memilukan.
Di rumah, sang ibu kembali meratapi nasibnya. Tangisannya begitu
menyayat hati, ia telah berpisah dengan
anaknya. Ia tidak diperbolehkan menjenguk anaknya, tetapi mereka
berjanji akan merawat anaknya dengan baik.
Diantara isak tangisnya, ia tidak menemukan arti hidup ini lagi. Ia
telah kehilangan satu2nya alasan untuk
hidup, anaknya tercinta.
Kemudian ibu yang malang itu mengambil pisau dapur untuk memotong urat
nadinya. Tetapi saat akan dilakukan, ia
sadar bahwa anaknya mungkin tidak akan diperlakukan dengan baik. Tidak, ia
harus hidup untuk mengetahui bahwa
anaknya diperlakukan dengan baik. Segera, niat bunuh diri itu dibatalkan,
demi anaknya juga........ .. ..
Setahun berlalu. Sang ibu telah pindah ke tempat lain, mendapatkan kerja
yang lebih baik lagi. Sang anak telah
sehat, walaupun tetap menjalani perawatan medis secara rutin setiap bulan.
Seperti biasa, sang anak ingat akan hari
ulang tahun ibunya.
Uang pun dapat ia peroleh dengan mudah, tanpa perlu bersusah payah
mengumpulkan- nya. Maka, pada hari tsb,
sepulang dari sekolah, ia tidak pulang ke rumah, ia segera naik bus menuju
ke desa tempat tinggal ibunya, yang
memakan waktu beberapa jam. Sang anak telah mempersiapkan setangkai
bunga, sepucuk surat yang menyatakan ia
setiap hari merindukan ibu, sebuah kartu ucapan selamat ulang tahun,
dan nilai ujian yang sangat bagus. Ia
akan memberikan semuanya untuk ibu.
Sang anak berlari riang gembira melewati gang-gang kecil menuju
rumahnya. Tetapi ketika sampai di rumah, ia
mendapati rumah ini telah kosong. Tetangga mengatakan ibunya telah
pindah, dan tidak ada yang tahu kemana
ibunya pergi. Sang anak tidak tahu harus berbuat apa, ia duduk di depan
rumah tsb, menangis "Ibu benar2 tidak
menginginkan saya lagi."
Sementara itu, keluarga sang ayah begitu cemas, ketika sang anak sudah
terlambat pulang ke rumah selama lebih
dari 3 jam. Guru sekolah mengatakan semuanya sudah pulang. Semua tempat
sudah dicari, tetapi tidak ada kabar.
Mereka panik. Sang ayah menelpon ibunya, yang juga sangat terkejut. Polisi
pun dihubungi untuk melaporkan anak
hilang.
Ketika sang ibu sedang berpikir keras, tiba2 ia teringat sesuatu. Hari
ini adalah hari ulang tahunnya. Ia
terlalu sibuk sampai melupakannya. Anaknya mungkin pulang ke rumah. Maka
sang ayah dan sang ibu segera naik
mobil menuju rumah tsb. Sayangnya, mereka hanya menemukan kartu ulang
tahun, setangkai bunga, nilai ujian yang
bagus, dan sepucuk surat anaknya. Sang ibu tidak mampu menahan tangisannya,
saat membaca tulisan2 imut anaknya
dalam surat itu.
Hari mulai gelap. Mereka sibuk mencari di sekitar desa tsb, tanpa
mendapatkan petunjuk apapun. Sang ibu
semakin resah. Kemudian sang ibu membakar dupa, berlutut di hadapan
altar Dewi Kuan Im, sambil menangis ia
memohon agar bisa menemukan anaknya.
Seperti mendapat petunjuk, sang ibu tiba2 ingat bahwa ia dan anaknya
pernah pergi ke sebuah kuil Kuan Im di
desa tsb. Ibunya pernah berkata, bahwa bila kamu memerlukan
pertolongan, mohonlah kepada Dewi Kuan Im yang
welas asih. Dewi Kuan Im pasti akan menolongmu, jika niat kamu baik.
Ibunya memprediksikan bahwa anaknya mungkin pergi ke kuil tsb untuk memohon
agar bisa bertemu dengan dirinya.
Benar saja, ternyata sang anak berada di sana . Tetapi ia pingsan,
demamnya tinggi sekali. Sang ayah segera
menggendong anaknya untuk dilarikan ke rumah sakit. Saat menuruni tangga
kuil, sang ibu terjatuh dari tangga,
dan berguling2 jatuh ke bawah....... ... ..
Sepuluh tahun sudah berlalu. Kini sang anak sudah memasuki bangku kuliah.
Ia sering beradu mulut dengan ayah,
mengenai persoalan ibunya. Sejak jatuh dari tangga, ibunya tidak
pernah ditemukan. Sang anak telah banyak
menghabiskan uang untuk mencari ibunya kemana2, tetapi hasilnya nihil.
Siang itu, seperti biasa sehabis kuliah, sang anak berjalan bersama
dengan teman wanitanya. Mereka tampak
serasi. Saat melaju dengan mobil, di persimpangan sebuah jalan, ia
melihat seorang wanita tua yang sedang
mengemis. Ibu tsb terlihat kumuh, dan tampak memakai tongkat. Ia tidak
pernah melihat wanita itu sebelumnya.
Wajahnya kumal, dan ia tampak berkomat-kamit.
Di dorong rasa ingin tahu, ia menghentikan mobilnya, dan turun bersama
pacar untuk menghampiri pengemis tua
itu. Ternyata sang pengemis tua sambil mengacungkan kaleng kosong untuk
minta sedekah, ia berucap dengan lemah
"Dimanakah anakku? Apakah kalian melihat anakku?"
Sang anak merasa mengenal wanita tua itu. Tanpa disadari, ia segera
menyanyikan lagu "Shi Sang Ci You Mama
Hau" dengan suara perlahan, tak disangka sang pengemis tua ikut
menyanyikannya dengan suara lemah. Mereka
berdua menyanyi bersama. Ia segera mengenal suara ibunya yang selalu
menyanyikan lagu tsb saat ia kecil, sang
anak segera memeluk pengemis tua itu dan berteriak dengan haru "Ibu? Ini
saya ibu".
Sang pengemis tua itu terkejut, ia meraba2 muka sang anak, lalu bertanya,
"Apakah kamu ??..(nama anak itu)?"
"Benar bu, saya adalah anak ibu?".
Keduanya pun berpelukan dengan erat, air mata keduanya berbaur membasahi
bumi ............ ... .
Karena jatuh dari tangga, sang ibu yang terbentur kepalanya menjadi
hilang ingatan, tetapi ia setiap hari
selama sepuluh tahun terus mencari anaknya, tanpa peduli dengan keadaaan
dirinya. Sebagian orang menganggapnya
sebagai orang gila.
Perenungkan untuk kita renungkan bersama-sama:
Dalam kondisi kritis, Ibu kita akan melakukan apa saja demi kita. Ibu
bahkan rela mengorbankan nyawanya..
Simaklah penggalan doa keputusasaan berikut ini, di saat Ibu masih muda,
ataupun disaat Ibu sudah tua:
1.Anakku masih kecil, masa depannya masih panjang. Oh Tuhan,
ambillah aku sebagai gantinya.
2. Aku sudah tua, Oh Tuhan, ambillah aku sebagai gantinya.
Diantara orang2 disekeliling Anda, yang Anda kenal, Saudara/I kandung
Anda, diantara lebih dari 6 Milyar
manusia, siapakah yang rela mengorbankan nyawanya untuk Anda, kapan
pun, dimana pun, dengan cara apapun
...........
Tidak diragukan lagi "Ibu kita adalah Orang Yang Paling Mulia di dunia ini"
Ada 2 tindakan yang dapat Anda lakukan:
1. Bila Anda beruntung (Ibu Anda masih ada di dunia ini), ajaklah ia untuk
keluar makan atau jalan2 MALAM INI
JUGA. Jangan ditunda2. Bila Ibu Anda tinggal di tempat yang terpisah jauh
dengan Anda, telponlah dia malam ini
juga, just to say "hello". Catatlah hari ulang tahunnya, rayakan,
dan bahagiakanlah dia semampu Anda.
Hidangkan makanan favoritnya, dst.
2. Kirimkan kisah film ini kepada saudara/i Anda, teman2 Anda, maupun
rekan2 kerja Anda , bagi sebagian dari
mereka kisah ini mungkin akan seperti setetes embun yang menyegarkan jiwa
mereka, yang terkadang terlalu sibuk
dengan aktivitasnya sendiri.
[ Sumber : Dari berbagai sumber ]
[ Renungkanlah ] Saat Ajal Menjemput
Renungan untuk kita sebagai mahluk ciptaan Allah, yang pasti akan kembali kepadaNya...
Satu hal sebagai bahan renungan Kita...
Tuk merenungkan indahnya malam pertama
Tapi bukan malam penuh kenikmatan duniawi semata
Bukan malam pertama masuk ke peraduan Adam Dan Hawa
Justru malam pertama perkawinan kita dengan Sang Maut
Sebuah malam yang meninggalkan isak tangis sanak saudara
Hari itu...mempelai sangat dimanjakan
Mandipun...harus dimandikan
Seluruh badan Kita terbuka....
Tak Ada sehelai benangpun menutupinya. .
Tak Ada sedikitpun rasa malu...
Seluruh badan digosok Dan dibersihkan
Kotoran dari lubang hidung dan anus dikeluarkan
Bahkan lubang - lubang itupun ditutupi kapas putih...
Itulah sosok Kita....
Itulah jasad Kita waktu itu
Setelah dimandikan.. .,
Kitapun kan dipakaikan gaun cantik berwarna putih
Kain itu ....jarang orang memakainya..
Karena bermerk sangat terkenal bernama Kafan
Wewangian ditaburkan ke baju Kita...
Bagian kepala..,badan. .., Dan kaki diikatkan
Tataplah.... tataplah. ..itulah wajah Kita
Keranda pelaminan... langsung disiapkan
Pengantin bersanding sendirian...
Mempelai di arak keliling kampung bertandukan tetangga
Menuju istana keabadian sebagai simbol asal usul
Kita diiringi langkah gontai seluruh keluarga
Serta rasa haru para handai taulan
Gamelan syahdu bersyairkan adzan dan kalimah Dzikir
Akad nikahnya bacaan talkin...
Berwalikan liang lahat..
Saksi - saksinya nisan-nisan. .yang tlah tiba duluan
Siraman air mawar..pengantar akhir kerinduan
Dan akhirnya.... . Tiba masa pengantin..
Menunggu Dan ditinggal sendirian...
Tuk mempertanggungjawab kan seluruh langkah kehidupan
Malam pertama bersama KEKASIH..
Ditemani rayap - rayap Dan cacing tanah
Di kamar bertilamkan tanah..
Dan ketika 7 langkah tlah pergi....
Kitapun kan ditanyai oleh sang Malaikat...
Kita tak tahu apakah akan memperoleh Nikmat Kubur...
Ataukah Kita kan memperoleh Siksa Kubur.....
Kita tak tahu...Dan tak seorangpun yang tahu....
Tapi anehnya Kita tak pernah galau ketakutan... ..
Padahal nikmat atau siksa yang kan kita terima
Kita sungkan sekali meneteskan air mata...
Seolah barang berharga yang sangat mahal...
Dan Dia Kekasih itu.. Menetapkanmu ke syurga..
Atau melemparkan dirimu ke neraka..
Tentunya Kita berharap menjadi ahli syurga...
Tapi....tapi .....sudah pantaskah sikap kita selama ini...
Untuk disebut sebagai ahli syurga
Baca jika anda ada masa /waktu untuk ALLAH.
Bacalah hingga habis.
Saya hampir membuang email ini namun saya telah diberi anugerah untuk membaca terus hingga ke akhir.
ALLAH, bila saya membaca e-mail ini, saya pikir saya tidak ada waktu untuk ini....
Lebih lebih lagi diwaktu kerja. Kemudian saya tersadar bahwa pemikiran semacam inilah yang ....
Sebenarnya, menimbulkan pelbagai masalah di dunia ini.
Kita coba menyimpan ALLAH didalam MASJID pada hari Jum'at......
Mungkin malam JUM'AT?
Dan sewaktu solat MAGRIB SAJA?
Kita suka ALLAH pada masa kita sakit....
Dan sudah pasti waktu ada kematian...
Walau bagaimanapun kita tidak ada waktu atau ruang untuk ALLAH waktu bekerja atau bermain?
Karena...
Kita merasakan diwaktu itu kita mampu dan sewajarnya mengurus sendiri tanpa bergantung padaNYA.
Semoga ALLAH mengampuni aku karena menyangka... ...
Bahwa nun di sana masih ada tempat dan waktu dimana ALLAH bukan lah yang paling utama dalam hidup ku (nauzubillah)
Kita sepatutnya senantiasa mengenang akan segala yang telah DIA berikan kepada kita.
DIA telah memberikan segala-galanya kepada kita sebelum kita meminta.
ALLAH
Dia adalah sumber kewujudanku dan Penyelamatku
IA lah yang mengerakkan ku setiap detik dan hari.
TanpaNYA aku adalah AMPAS yang tak berguna.
Susah vs. Senang
Kenapa susah sekali menyampaikan kebenaran?
Kenapa mengantuk dalam MASJID tetapi ketika selesai ceramah kita segar kembali?
Kenapa mudah sekali membuang e-mail agama tetapi kita bangga mem "forward" kan email yang tak senonoh?
Hadiah yang paling istimewa yang pernah kita terima.
Solat adalah yang terbaik.... Tidak perlu bayaran , tetapi ganjaran lumayan.
Notes: Tidak kah lucu betapa mudahnya bagi manusia TIDAK Beriman PADA ALLAH
setelah itu heran kenapakah dunia ini menjadi neraka bagi mereka.
Tidakkah lucu bila seseorang berkata "AKU BERIMAN PADA ALLAH" TETAPI SENTIASA MENGIKUT SYAITAN. (who, by the way, also "believes" in ALLAH ).
Tidakkah lucu bagaimana anda mampu mengirim ribuan email lawak yang akhirnya tersebar bagai api yang tidak terkendali., tetapi bila anda mengirim email mengenai ISLAM, sering orang berpikir 10 kali untuk berkongsi?
Tidakkah mengherankan bagaimana bila anda mulai mengirim pesan ini anda tidak akan mengirim kepada semua rekan anda karena memikirkan apa tanggapan mereka terhadap anda atau anda tak pasti apakah mereka suka atau tidak?.
Tidakkah mengherankan bagaimana anda merasa risau akan tanggapan orang kepada saya lebih dari tanggapan ALLAH terhadap anda.
Aku berDOA , untuk semua yang mengirim pesan ini kepada semua rekan mereka di rahmati ALLAH.
[ Renungkanlah ] BOCAH MISTERIUS
BOCAH MISTERIUS
Bocah itu menjadi pembicaraan dikampung Ketapang.
Sudah tiga hari ini ia mondar-mandir keliling kampung.
Ia menggoda anak-anak sebayanya, menggoda anak-anak
remaja diatasnya, dan bahkan orang-orang tua. Hal ini
bagi orang kampung sungguh menyebalkan.
Yah, bagaimana tidak menyebalkan, anak itu menggoda
dengan berjalan kesana kemari sambil tangan kanannya
memegang roti isi daging yang tampak coklat menyala.
Sementara tangan kirinya memegang es kelapa, lengkap
dengan tetesan air dan butiran-butiran es yang melekat
diplastik es tersebut.
Pemandangan tersebut menjadi hal biasa bila
orang-orang kampung melihatnya bukan pada bulan puasa!
Tapi ini justru terjadi ditengah hari pada bulan
puasa! Bulan ketika banyak orang sedang menahan lapar
dan haus. Es kelapa dan roti isi daging tentu saja
menggoda orang yang melihatnya.
Pemandangan itu semakin bertambah tidak biasa,
karena kebetulan selama tiga hari semenjak bocah itu
ada, matahari dikampung itu lebih terik dari biasanya.
Luqman mendapat laporan dari orang-orang kampung
mengenai bocah itu. Mereka tidak berani melarang bocah
kecil itu menyodor-nyodorkan dan memperagakan
bagaimana dengan nikmatnya ia mencicipi es kelapa dan
roti isi daging tersebut.
Pernah ada yang melarangnya, tapi orang itu kemudian
dibuat mundur ketakutan sekaligus keheranan.
Setiap dilarang, bocah itu akan mendengus dan matanya
akan memberikan kilatan yang menyeramkan. Membuat
mundur semua orang yang akan melarangnya.
************ ********* **
Luqman memutuskan akan menunggu kehadiran bocah
itu. Kata orang kampung, belakangan ini, setiap bakda
zuhur, anak itu akan muncul secara misterius.
Bocah itu akan muncul dengan pakaian lusuh yang sama
dengan hari-hari kemarin dan akan muncul pula dengan
es kelapa dan roti isi daging yang sama juga!
Tidak lama Luqman menunggu, bocah itu datang
lagi. Benar, ia menari-nari dengan menyeruput es
kelapa itu. Tingkah bocah itu jelas membuat orang lain
menelan ludah, tanda ingin meminum es itu juga.
Luqman pun lalu menegurnya. Cuma,ya itu tadi,bukannya
takut, bocah itu malah mendelik hebat dan melotot,
seakan-akan matanya akan keluar Luqman.
"Bismillah.. ." ucap Luqman dengan kembali
mencengkeram lengan bocah itu. Ia kuatkan mentalnya.
Ia berpikir,kalau memang bocah itu bocah jadi-jadian,
ia akan korek keterangan apa maksud semua ini.
Kalau memang bocah itu "bocah beneran" pun, ia juga
akan cari keterangan, siapa dan dari mana sesungguhnya
bocah itu.
Mendengar ucapan bismillah itu, bocah tadi
mendadak menuruti tarikan tangan Luqman. Luqman pun
menyentak tanggannya, menyeret dengan halus bocah itu,
dan membawanya ke rumah. Gerakan Luqman diikuti dengan
tatapan penuh tanda tanya dari orang-orang yang
melihatnya.
"Ada apa Tuan melarang saya meminum es kelapa dan
menyantap roti isi daging ini? Bukankah ini kepunyaan
saya?" tanya bocah itu sesampainya di rumah Luqman,
seakan-akan tahu bahwa Luqman akan bertanya tentang
kelakuannya. Matanya masih lekat menatap tajam pada
Luqman.
"Maaf ya, itu karena kamu melakukannya dibulan
puasa," jawab Luqman dengan halus,"apalagi kamu tahu,
bukankah seharusnya kamu juga berpuasa? Kamu bukannya
ikut menahan lapar dan haus, tapi malah menggoda orang
dengan tingkahmu itu.."
Sebenarnya Luqman masih akan mengeluarkan
uneg-unegnya, mengomeli anak itu. Tapi mendadak bocah
itu berdiri sebelum Luqman selesai. Ia menatap Luqman
lebih tajam lagi.
"Itu kan yang kalian lakukan juga kepada kami
semua! Bukankah kalian yang lebih sering melakukan hal
ini ketimbang saya..?! Kalian selalu mempertontonkan
kemewahan ketika kami hidup dibawah garis kemiskinan
pada sebelas bulan diluar bulan puasa?
Bukankah kalian yang lebih sering melupakan kami
yang kelaparan, dengan menimbun harta
sebanyak-banyaknya dan melupakan kami?
Bukankah kalian juga yang selalu tertawa dan
melupakan kami yang sedang menangis?
Bukankah kalian yang selalu berobat mahal bila
sedikit saja sakit menyerang, sementara kalian
mendiamkan kami yang mengeluh kesakitan hingga
kematian menjemput ajal..?!
Bukankah juga di bulan puasa ini hanya pergeseran
waktu saja bagi kalian untuk menahan lapar dan haus?
Ketika bedug maghrib bertalu, ketika azan maghrib
terdengar, kalian kembali pada kerakusan kalian..!?"
Bocah itu terus saja berbicara tanpa memberi
kesempatan pada Luqman untuk menyela.
Tiba-tiba suara bocah itu berubah. Kalau tadinya ia
berkata begitu tegas dan terdengar "sangat" menusuk,
kini ia bersuara lirih, mengiba.
"Ketahuilah Tuan.., kami ini berpuasa tanpa
ujung, kami senantiasa berpuasa meski bukan waktunya
bulan puasa, lantaran memang tak ada makanan yang bisa
kami makan. Sementara Tuan hanya berpuasa sepanjang
siang saja.
Dan ketahuilah juga, juatru Tuan dan orang-orang
di sekeliling Tuan lah yang menyakiti perasaan kami
dengan berpakaian yang luar biasa mewahnya, lalu
kalian sebut itu menyambut Ramadhan dan 'Idul Fithri?
Bukankah kalian juga yang selalu berlebihan dalam
mempersiapkan makanan yang luar biasa bervariasi
banyaknya, segala rupa ada, lantas kalian menyebutnya
denga istilah menyambut Ramadhan dan 'Idul Fithri?
Tuan.., sebelas bulan kalian semua tertawa di
saat kami menangis, bahkan pada bulan Ramadhan pun
hanya ada kepedulian yang seadanya pula.
Tuan.., kalianlah yang melupakan kami, kalianlah
yang menggoda kami, dua belas bulan tanpa terkecuali
termasuk di bulan ramadhan ini. Apa yang telah saya
lakukan adalah yang kalian lakukan juga terhadap
orang-orang kecil seperti kami...!
Tuan.., sadarkah Tuan akan ketidak abadian harta?
Lalu kenapakah kalian masih saja mendekap harta secara
berlebih?
Tuan.., sadarkah apa yang terjadi bila Tuan dan
orang-orang sekeliling Tuan tertawa sepanjang masa dan
melupakan kami yang semestinya diingat?
Bahkan, berlebihannya Tuan dan orang-orang di
sekeliling Tuan bukan hanya pada penggunaan harta,
tapi juga pada dosa dan maksiat. Tahukah Tuan akan
adanya azab Tuhan yang akan menimpa?
Tuan.., jangan merasa aman lantaran kaki masih
menginjak bumi. Tuan..., jangan merasa perut kan tetap
kenyang lantaran masih tersimpan pangan 'tuk setahun,
jangan pernah merasa matahari tidak akan pernah
menyatu dengan bumi kelak..."
************ ********* *
Wuahh..., entahlah apa yang ada di kepala dan
hati Luqman. Kalimat demi kalimat meluncur deras dari
mulut bocah kecil itu tanpa bisa dihentikan.
Dan hebatnya, semua yang disampaikan bocah tersebut
adalah benar adanya!
Hal ini menambah keyakinan Luqman, bahwa bocah ini
bukanlah bocah sembarangan.
Setelah berkata pedas dan tajam seperti itu,
bocah itu pergi begitu saja meninggalkan Luqman yang
dibuatnya terbengong-bengong.
Di kejauhan, Luqman melihat bocah itu menghilang bak
ditelan bumi.
Begitu sadar, Luqman berlari mengejar ke luar rumah
hingga ke tepian jalan raya kampung Ketapang. Ia
edarkan pandangan ke seluruh sudut yang bisa
dilihatnya, tapi ia tidak menemukan bocah itu.
Ditengah deru nafasnya yang memburu, ia tanya semua
orang di ujung jalan, tapi semuanya menggeleng
bingung. Bahkan, orang-orang yang menunggu penasaran
didepan rumahnya pun mengaku tidak melihat bocah itu
keluar dari rumah Luqman!
Bocah itu benar-benar misterius! Dan sekarang ia malah
menghilang!
Luqman tidak mau main-main. Segera ia putar
langkah, balik ke rumah. Ia ambil sajadah, sujud dan
bersyukur. Meski peristiwa tadi irrasional, tidak
masuk akal, tapi ia mau meyakini bagian yang masuk
akal saja. Bahwa memang betul adanya apa yang
dikatakan bocah misterius tadi. Bocah tadi memberikan
pelajaran yang berharga, betapa kita sering melupakan
orang yang seharusnya kita ingat. Yaitu mereka yang
tidak berpakaian, mereka yang kelaparan, dan mereka
yang tidak memiliki penghidupan yang layak.
Bocah tadi juga memberikan Luqman pelajaran bahwa
seharusnya mereka yang sedang berada diatas, yang
sedang mendapatkan karunia Allah, jangan sekali-kali
menggoda orang kecil, orang bawah, dengan berjalan
membusungkan dada dan mempertontonkan kemewahan yang
berlebihan.
Marilah berpikir tentang dampak sosial yang akan
terjadi bila kita terus menjejali tontonan kemewahan,
sementara yang melihatnya sedang membungkuk menahan
lapar.
Luqman berterima kasih kepada Allah yang telah
memberikannya hikmah yang luar biasa. Luqman tidak mau
menjadi bagian yang Allah sebut mati mata hatinya.
Sekarang yang ada dipikirannya sekarang , entah mau
dipercaya orang atau tidak, ia akan mengabarkan
kejadian yang dialaminya bersama bocah itu sekaligus
menjelaskan hikmah kehadiran bocah tadi kepada semua
orang yang dikenalnya, kepada sebanyak-banyaknya
orang.
Kejadian bersama bocah tadi begitu berharga bagi siapa
saja yang menghendaki bercahayanya hati.
Pertemuan itu menjadi pertemuan yang terakhir.
Sejak itu Luqman tidak pernah lagi melihatnya,
selama-lamanya. Luqman rindu kalimat-kalimat pedas dan
tudingan-tudingan yang memang betul adanya.
Luqman rindu akan kehadiran anak itu agar ada
seseorang yang berani menunjuk hidungnya ketika ia
salah.
*Mandikan Aku Bunda*
Sering kali orang tidak mensyukuri apa yang diMILIKInya sampai akhirnya
.....
Rani, sebut saja begitu namanya. Kawan kuliah ini berotak cemerlang dan
memiliki idealisme tinggi. Sejak masuk kampus, sikap dan konsep dirinya sudah
jelas: meraih yang terbaik, di bidang akademis maupun profesi yang akan
digelutinya. ''Why not the best,'' katanya selalu, mengutip seorang
mantan presiden
Amerika.
Ketika Universitas mengirim mahasiswa untuk studi Hukum Internasional di
Universiteit Utrecht, Belanda, Rani termasuk salah satunya. Saya lebih
memilih menuntaskan pendidikan kedokteran.
Berikutnya, Rani mendapat pendamping yang ''selevel''; sama-sama
berprestasi, meski berbeda profesi.
Alifya, buah cinta mereka, lahir ketika Rani diangkat sebagai staf diplomat,
bertepatan dengan tuntasnya suami dia meraih PhD. Lengkaplah kebahagiaan
mereka. Konon, nama putera mereka itu diambil dari huruf pertama hijaiyah
''alif'' dan huruf terakhir ''ya'', jadilah nama yang enak didengar: Alifya.
Saya tak sempat mengira, apa mereka bermaksud menjadikannya sebagai anak
yang pertama dan terakhir.
Ketika Alif, panggilan puteranya itu, berusia 6 bulan, kesibukan Rani
semakin menggila. Bak garuda, nyaris tiap hari ia terbang dari satu kota ke
kota lain, dan dari satu negara ke negara lain.
Setulusnya saya pernah bertanya, ''Tidakkah si Alif terlalu kecil untuk
ditinggal-tinggal? '' Dengan sigap Rani menjawab, ''Oh, saya sudah
mengantisipasi segala sesuatunya. Everything is OK!'' Ucapannya itu betul-betul
ia buktikan. Perawatan dan perhatian anaknya, ditangani secara profesional
oleh baby sitter mahal. Rani tinggal mengontrol jadual Alif lewat telepon.
Alif tumbuh menjadi anak yang tampak lincah, cerdas dan gampang mengerti.
Kakek-neneknya selalu memompakan kebanggaan kepada cucu semata wayang itu,
tentang kehebatan ibu-bapaknya. Tentang gelar dan nama besar, tentang naik
pesawat terbang, dan uang yang banyak.
''Contohlah ayah-bunda Alif, kalau Alif besar nanti.'' Begitu selalu nenek
Alif, ibunya Rani, berpesan di akhir dongeng menjelang tidurnya.
Ketika Alif berusia 3 tahun, Rani bercerita kalau dia minta adik. Terkejut
dengan permintaan tak terduga itu, Rani dan suaminya kembali menagih
pengertian anaknya. Kesibukan mereka belum memungkinkan untuk menghadirkan
seorang adik buat Alif. Lagi-lagi bocah kecil ini ''memahami'' orang tuanya.
Buktinya, kata Rani, ia tak lagi merengek minta adik. Alif, tampaknya mewarisi
karakter ibunya yang bukan perengek. Meski kedua orangtuanya kerap pulang
larut, ia jarang sekali ngambek.
Bahkan, tutur Rani, Alif selalu menyambut kedatangannya dengan penuh ceria.
Maka, Rani menyapanya ''malaikat kecilku''.
Sungguh keluarga yang bahagia, pikir saya. Meski kedua orangtuanya super
sibuk, Alif tetap tumbuh penuh cinta. Diam-diam, saya iri pada keluarga ini.
Suatu hari, menjelang Rani berangkat ke kantor, entah mengapa Alif menolak
dimandikan baby sitter. ''Alif ingin Bunda mandikan,'' ujarnya penuh harap.
Karuan saja Rani, yang detik ke detik waktunya sangat diperhitungkan, gusar.
Ia menampik permintaan Alif sambil tetap gesit berdandan dan
mempersiapkan keperluan
kantornya. Suaminya pun turut membujuk Alif agar mau mandi dengan Tante
Mien, baby sitter-nya. Lagi-lagi, Alif dengan pengertian menurut,
meski wajahnya
cemberut.
Peristiwa ini berulang sampai hampir sepekan. ''Bunda, mandikan aku!'' kian
lama suara Alif penuh tekanan. Toh, Rani dan suaminya berpikir, mungkin itu
karena Alif sedang dalam masa pra-sekolah, jadinya agak lebih minta
perhatian. Setelah dibujuk-bujuk, akhirnya Alif bisa ditinggal juga.
Sampai suatu sore, saya dikejutkan telponnya Mien, sang baby sitter. ''Bu
dokter, Alif demam dan kejang-kejang. Sekarang di Emergency.''
Setengah terbang,
saya ngebut ke UGD. But it was too late. Allah sudah punya rencana lain.
Alif, si malaikat kecil, keburu dipanggil pulang oleh-Nya.
Rani, ketika diberi tahu soal Alif, sedang meresmikan kantor barunya. Ia
shock berat. Setibanya di rumah, satu-satunya keinginan dia adalah
memandikan putranya. Setelah pekan lalu Alif mulai menuntut, Rani
memang menyimpan
komitmen untuk suatu saat memandikan anaknya sendiri.
Dan siang itu, janji Rani terwujud, meski setelah tubuh si kecil terbaring
kaku. ''Ini Bunda Lif, Bunda mandikan Alif,'' ucapnya lirih, di tengah
jamaah yang sunyi. Satu persatu rekan Rani menyingkir dari sampingnya,
berusaha menyembunyikan tangis.
Ketika tanah merah telah mengubur jasad si kecil, kami masih berdiri
mematung di sisi pusara. Berkali-kali Rani, sahabatku yang tegar itu,
berkata, ''Ini sudah takdir, ya kan. Sama saja, aku di sebelahnya ataupun di
seberang lautan, kalau sudah saatnya, ya dia pergi juga kan?'' Saya diam
saja.
Rasanya Rani memang tak perlu hiburan dari orang lain. Suaminya
mematung seperti
tak bernyawa. Wajahnya pias, tatapannya kosong. ''Ini konsekuensi sebuah
pilihan,'' lanjut Rani, tetap mencoba tegar dan kuat. Hening sejenak. Angin
senja meniupkan aroma bunga kamboja.
Tiba-tiba Rani berlutut. ''Aku ibunyaaa!'' serunya histeris, lantas tergugu
hebat. Rasanya baru kali ini saya menyaksikan Rani menangis, lebih-lebih
tangisan yang meledak. ''Bangunlah Lif, Bunda mau mandikan Alif. Beri
kesempatan Bunda sekali saja Lif. Sekali saja, Aliiif..'' Rani merintih
mengiba-iba. Detik berikutnya, ia menubruk pusara dan tertelungkup di atasnya.
Air matanya membanjiri tanah merah yang menaungi jasad Alif. Senja pun makin
tua.
-- Nasi sudah menjadi bubur, sesal tidak lagi menolong.
-- Hal yang nampaknya sepele sering kali menimbulkan sesal dan kehilangan
yang amat sangat.
-- Sering kali orang sibuk 'di luaran', asik dengan dunianya dan ambisinya
sendiri tidak mengabaikan orang-orang di dekatnya yang disayanginya. Akan
masih ada waktu 'nanti' buat mereka jadi abaikan saja dulu.
-- Sering kali orang takabur dan merasa yakin bahwa pengertian dan kasih
sayang yang diterimanya tidak akan hilang. Merasa mereka akan mengerti
karena mereka menyayanginya dan tetap akan ada.
Pelajaran yang menyedihkan. ...
10 Kualitas pribadi yang disukai
1. KETULUSAN menempati peringkat pertama sebagai sifat yang paling disukai oleh semua orang. Ketulusan membuat orang lain merasa aman dan dihargai karena yakin tidak akan dibodohi atau dibohongi. Orang yang tulus selalu mengatakan kebenaran,tidak suka mengada-Ada, pura-pura, encari-cari alasan atau memutarbalikkan fakta. Prinsipnya "Ya diatas Ya dan Tidak diatas Tidak". Tentu akan lebih ideal bila ketulusan yang selembut merpati itu diimbangi dengan kecerdikan seekor ular. Dengan begitu, ketulusan tidak menjadi keluguan yang bisa merugikan diri sendiri.
2. Berbeda dengan rendah diri yang merupakan kelemahan, KERENDAHAN HATI justru mengungkapkan kekuatan. Hanya orang yang kuat jiwanya yang bisa bersikap rendah hati. Ia seperti padi yang semakin berisi semakin menunduk. Orang yang rendah hati bisa mengakui dan menghargai keunggulan orang lain. Ia bisa membuat orang yang diatasnya merasa oke Dan membuat orang yang dibawahnya tidak merasa minder.
3. KESETIAAN sudah menjadi barang langka dan sangat tinggi harganya. Orang yang setia selalu bisa dipercaya dan diandalkan. dia selalu menepati janjinya, mempunyai komitmen yang kuat, rela berkorban Dan tidak suka berkhianat.
4. Orang yang BERSIKAP POSITIF selalu berusaha melihat segala sesuatu dari kacamata positif, bahkan dalam situasi yang buruk sekalipun. Dia lebih suka membicarakan kebaikan daripada keburukan orang lain, lebih suka bicara mengenai harapan daripada keputusasaan, lebih suka mencari solusi daripada frustasi, lebih suka memuji daripada mengecam,dsb.
5. Karena tidak semua orang dikaruniai tempramen CERIA, maka keceriaan tidak harus diartikan ekspresi wajah Dan tubuh, tapi sikap hati. Orang yang ceria adalah orang yang bisa menikmati hidup, tidak suka mengeluh dan selalu berusaha meraih kegembiraan. Dia bisa mentertawakan situasi, orang lain,juga dirinya sendiri. Dia punya potensi untuk menghibur dan mendorong semangat orang lain.
6. Orang yang BERTANGGUNG JAWAB akan melaksanakan kewajibannya dengan sungguh-sungguh. Kalau melakukan kesalahan, dia berani mengakuinya. Ketika mengalami kegagalan, dia tidak akan mencari kambing hitam untuk disalahkan. Bahkan kalau dia merasa kecewa dan sakit hati, dia tidak akan menyalahkan siapapun. Dia menyadari bahwa dirinya sendirilah yang bertanggung jawab atas apapun yang dialami Dan dirasakannya.
7. Rasa PERCAYA DIRI memungkinkan seseorang menerima dirinya sebagaimana adanya, menghargai dirinya dan menghargai orang lain. Orang yang percaya diri mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan dan situasi yang baru. Dia tahu apa yang harus dilakukannya dan melakukannya dengan baik.
8. KEBESARAN JIWA dapat dilihat dari kemampuan seseorang memaafkan orang lain. Orang yang berjiwa besar tidak membiarkan dirinya dikuasai oleh rasa benci dan permusuhan. Ketika menghadapi masa-masa sukar dia tetap tegar,tidak membiarkan dirinya hanyut dalam kesedihan dan keputusasaan.
9. Orang yang "" EASY GOING "" menganggap hidup ini ringan. Dia tidak suka membesar-besarkan masalah kecil. Bahkan berusaha mengecilkan masalah-masalah besar. Dia tidak suka mengungkit masa lalu dan tidak mau khawatir dengan masa depan. Dia tidak mau pusing dan stress dengan masalah-masalah yang berada diluar kontrolnya.
10. EMPATI adalah sifat yang sangat mengagumkan. Orang yang berempati bukan saja pendengar yang baik, tapi juga bisa menempatkan diri pada posisi orang lain. Ketika terjadi konflik dia selalu mencari jalan keluar terbaik bagi kedua belah pihak, tidak suka memaksakan pendapat dan kehendaknya sendiri. Dia selalu berusaha memahami dan mengerti orang lain.
[ IBU ] "Izinkan aku menciummu"
Kini, setelah dewasa aku mengerti kenapa dulu ia melakukan itu semua. Karena aku juga akan menjadi seperti dirinya, orang tua dari anak-anakku yang tidak akan pernah lepas dari semua pekerjaan masa kecilku dulu. Terima kasih ibu, karena engkau aku menjadi orang tua yang dibanggakan oleh anak-anakku.
Saat pertama kali aku masuk sekolah di Taman Kanak-Kanak, ia yang mengantarku hingga masuk ke dalam kelas. Dengan sabar pula ia menunggu. Sesekali kulihat dari jendela kelas, ia masih duduk di seberang sana. Aku tak peduli dengan setumpuk pekerjaannya di rumah, dengan rasa kantuk yang menderanya, atau terik, atau hujan. Juga rasa jenuh dan bosannya menunggu. Yang penting aku senang ia menungguiku sampai bel berbunyi.
Kini, setelah aku besar, aku malah sering meninggalkannya, bermain bersama teman-teman, bepergian. Tak pernah aku menungguinya ketika ia sakit, ketika ia membutuhkan pertolonganku disaat tubuhnya melemah. Saat aku menjadi orang dewasa, aku meninggalkannya karena tuntutan pribadi.
Di usiaku yang menanjak remaja, aku sering merasa malu berjalan bersamanya. Pakaian dan dandanannya yang kuanggap kuno jelas tak serasi dengan penampilanku yang trendi. Bahkan seringkali aku sengaja mendahuluinya berjalan satu-dua meter didepannya agar orang tak menyangka aku sedang bersamanya.
Padahal menurut cerita orang, sejak aku kecil ibu memang tak pernah memikirkan penampilannya, ia tak pernah membeli pakaian baru, apalagi perhiasan. Ia sisihkan semua untuk membelikanku pakaian yang bagus-bagus, ia belikan juga mainan yang kupinta dari sisa uang belanja bulanannya. Padahal juga aku tahu, ia yang dengan penuh kesabaran, kelembutan dan kasih sayang mengajariku berjalan. Ia mengangkat tubuhku ketika aku terjatuh, membasuh luka di kaki dan mendekapku erat-erat saat aku menangis.
Selepas SMA, ketika aku mulai memasuki dunia baruku di perguruan tinggi. Aku semakin merasa jauh berbeda dengannya. Aku yang pintar, cerdas dan berwawasan seringkali menganggap ibu sebagai orang bodoh, tak berwawasan hingga tak mengerti apa-apa. Hingga kemudian komunikasi yang berlangsung antara aku dengannya hanya sebatas permintaan uang kuliah dan segala tuntutan keperluan kampus lainnya.
Usai wisuda sarjana, baru aku mengerti, ibu yang kuanggap bodoh, tak berwawasan dan tak mengerti apa-apa itu telah melahirkan anak cerdas yang mampu meraih gelar sarjananya. Meski Ibu bukan orang berpendidikan, tapi do’a di setiap sujudnya, pengorbanan dan cintanya jauh melebihi apa yang sudah kuraih. Tanpamu Ibu, aku tak akan pernah menjadi aku yang sekarang.
Kini setelah aku sibuk, aku tak pernah lagi menjenguknya atau menanyai kabarnya.tak jarang aku membunuh kerinduanku pada Ibu karena urusan rumah tanggaku. Sungguh, kini setelah aku mempunyai anak, aku baru tahu bahwa segala kiriman uangku setiap bulannya tak lebih berarti dibanding kehadiranku untukmu. Aku akan selalu berdoa untukmu di setiap sholatku. Aku akan datang dan menciummu ........ Ibu, meski tak sehangat cinta dan kasihmu kepadaku.