Tampilkan postingan dengan label Religi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Religi. Tampilkan semua postingan

Adakah orang yang Akan Mendoakan Kita?

Seorang pengusaha sukses jatuh di kamar mandi dan akhirnya stroke. Sudah 7 malam dirawat diRS di ruang ICU. Di saat orang-orang terlelap dalam mimpi malam, dalam dunia roh seorang malaikat menghampiri si pengusaha yang terbaring tak berdaya.

Malaikat memulai pembicaraan, 'Kalau dalam waktu 24 jam ada 50 orang berdoa buat kesembuhanmu, maka kau akan hidup. Dan sebaliknya jika dalam 24 jam jumlah yang aku tetapkan belum terpenuhi, itu artinya kau akan meninggal dunia!


Seorang pengusaha sukses jatuh di
kamar mandi dan akhirnya stroke. Sudah 7 malam dirawat diRS di ruang ICU. Di
saat orang-orang terlelap dalam mimpi malam, dalam dunia roh seorang malaikat
menghampiri si pengusaha yang terbaring tak berdaya.



Malaikat memulai pembicaraan, 'Kalau
dalam waktu 24 jam ada 50 orang berdoa buat kesembuhanmu, maka kau akan hidup.
Dan sebaliknya jika dalam 24 jam jumlah yang aku tetapkan belum terpenuhi, itu
artinya kau akan meninggal dunia!

'Kalau hanya mencari 50 orang, itu
mahgampang .. . ' kata si pengusaha ini dengan yakinnya.

Setelah itu Malaikat pun pergi dan
berjanji akan datang 1 jam sebelum batas waktu yang sudah
disepakati.



Tepat
pukul 23:00, Malaikat kembali mengunjunginya; dengan antusiasnya si pengusaha
bertanya, 'Apakah besok pagi aku sudah pulih? Pastilah banyak yang berdoa buat
aku, jumlah karyawan yang aku punya lebih dari 2000 orang, jadi kalau hanya
mencari 50 orang yang berdoa pasti bukan persoalan yang
sulit'.



Dengan
lembut si Malaikat berkata, 'Anakku, aku sudah berkeliling mencari suara hati
yang berdoa buatmu tapi sampai saat ini baru 3 orang yang berdoa buatmu,
sementara waktumu tinggal 60 menit lagi. Rasanya mustahil kalau dalam waktu
dekat ini ada 50 orang yang berdoa buat kesembuhanmu' .



Tampa
menunggu reaksi dari si pengusaha, si malaikat menunjukkan layar besar berupa TV
siapa 3 orang yang berdoa buat kesembuhannya. Di layar itu terlihat wajah duka
dari sang istri, di sebelahnya ada 2 orang anak kecil, putra putrinya yang
berdoa dengan khusuk dan tampak ada tetesan air mata di pipi
mereka'.



Kata
Malaikat, 'Aku akan memberitahukanmu, kenapa Tuhan rindu memberikanmu kesempatan
kedua? Itu karena doa istrimu yang tidak putus-putus berharap akan
kesembuhanmu'



Kembali terlihat dimana si istri
sedang berdoa jam 2:00 subuh, ' Tuhan, aku tahu kalau selama hidupnya suamiku
bukanlah suami atau ayah yang baik! Aku tahu dia sudah mengkhianati pernikahan
kami, aku tahu dia tidak jujur dalam bisnisnya, dan kalaupun dia memberikan
sumbangan, itu hanya untuk popularitas saja untuk menutupi perbuatannya yang
tidak benar dihadapanMu. Tapi Tuhan, tolong pandang anak-anak yang telah Engkau
titipkan pada kami, mereka masih membutuhkan
seorang ayah. Hamba tidak mampu
membesarkan mereka seorang diri.'

Dan setelah itu istrinya berhenti
berkata-kata tapi air matanya semakin deras mengalir di pipinya yang kelihatan
tirus karena kurang istirahat'.



Melihat peristiwa itu,

tampa terasa, air mata
mengalir di pipi pengusaha ini. Timbul penyesalan bahwa selama ini bahwa dia
bukanlah suami yang baik. Dan ayah yang menjadi contoh bagi anak-anaknya. Malam
ini dia baru menyadari betapa besar cinta istri dan anak-anak
padanya.



Waktu
terus bergulir, waktu yang dia miliki hanya 10 menit lagi, melihat waktu yang
makin sempit semakin menangislah si pengusaha ini,penyesalan yang luar biasa.
Tapi waktunya sudah terlambat ! Tidak mungkin dalam waktu 10 menit ada yang
berdoa 47 orang !

Dengan setengah bergumam dia
bertanya,'Apakah diantara karyawanku, kerabatku, teman bisnisku, teman
organisasiku tidak ada yang berdoa buatku?'



Jawab
si Malaikat, '
Ada
beberapa yang berdoa buatmu.Tapi mereka tidak Tulus. Bahkan ada yang mensyukuri
penyakit yang kau derita saat ini. Itu semua karena selama ini kamu arogan,
egois dan bukanlah atasan yang baik. Bahkan kau tega memecat karyawan yang tidak
bersalah'. Si pengusaha tertunduk lemah, dan pasrah kalau malam ini adalah malam
yang terakhir buat dia. Tapi dia minta waktu sesaat untuk melihat anak dan si
istri yang setia menjaganya sepanjang malam.



Air
matanya tambah deras, ketika melihat anaknya yang sulung tertidur di kursi rumah
sakit dan si istri yang kelihatan lelah juga tertidur di kursi sambil memangku
si bungsu.



Ketika
waktu menunjukkan pukul 24:00, tiba-tiba si Malaikat berkata,'Anakku, Tuhan
melihat air matamu dan penyesalanmu ! ! Kau tidak jadi meninggal,karena ada 47
orang yang berdoa buatmu tepat jam 24:00'.



Dengan
terheran-heran dan tidak percaya, si pengusaha bertanya siapakah yang 47 orang
itu. Sambil tersenyum si Malaikat menunjukkan suatu tempat yang pernah dia
kunjungi bulan lalu.

Bukankah itu Panti Asuhan ? kata si
pengusaha pelan. 'Benar anakku, kau pernah memberi bantuan bagi mereka beberapa
bulan yang lalu, walau aku tahu tujuanmu saat itu hanya untuk mencari
popularitas saja dan untuk menarik perhatian pemerintah dan investor luar
negeri. '



'Tadi
pagi, salah seorang anak panti asuhan tersebut membaca di koran kalauseorang
pengusaha terkena stroke dan sudah 7 hari di ICU. Setelah melihat gambar di
koran dan yakin kalau pria yang sedang koma adalah kamu, pria yang pernah
menolong mereka dan akhirnya anak-anak panti asuhan sepakat berdoa buat
kesembuhanmu. '

Doa
sangat besar kuasanya. Tak jarang kita malas. Tidak punya waktu. Tidak terbeban
untuk berdoa bagi orang lain.



Ketika
kita mengingat seorang sahabat lama/keluarga, kita pikir itu hanya kebetulan
saja padahal seharusnya kita berdoa bagi dia. Mungkin saja pada saat kita
mengingatnya dia dalam keadaan butuh dukungan doa dari orang-orang yang
mengasihi dia.



Disaat
kita berdoa bagi orang lain, kita akan mendapatkan kekuatan baru dan kita bisa
melihat kemuliaan Tuhan dari peristiwa yang terjadi.

Hindarilah
perbuatan menyakiti orang lain... Sebaliknya perbanyaklah berdoa buat orang
lain.

Terima kasih

Karena pahlawan sejati,
bukan dilihat
dari kekuatan phisiknya,tapi dari kekuatan hatinya. Katakan ini dengan pelan,
'Ya TUHAN saya mencintai-MU dan membutuhkan- MU, datang dan terangilah hati kami
sekarang...! !!'.

Read More....

Zakat Profesi ( penghasilan )

Zakat profesi atau zakat penghasilan sebenarnya telah dikenal sejak lama. Beberapa riwayat menjelaskan hal tersebut, diantaranya adalah riwayat dari Ibnu Mas'ud, Mu'awiyah dan Umar bin Abdul Aziz yang menjelaskan bahwa beliau mengambil zakat dari a'thoyat, jawaiz (hadiah) dab al-madholim (barang ghasab yang dikembalikan). Abu Ubaid meriwayatkan, "Adalah Umar bin Abdul Aziz memberi upah kepada pekerjaannya dan mengambil zakatnya, dan apabila mengembalikan al-madholim (barang ghasab yang dikembalikan) diambil zakatnya, dan beliau juga mengambil zakat dari a'thoyat (gaji rutin) yang diberikan kepada yang menerimanya".

Dasar pengenaan zakat profesi diantaranya adalah QS Al- Baqarah, ayat 267: " Hai orang yang beriman, nafkahkanlah sebagian dari (hasil) usaha kamu yang baik ………." dan QS At Taubah : 103.

Fatwa Ulama pada Mu'tamar Internasional I tentang zakat di Kuwait (30 April 1984 M), antara lain juga menyebutkan obyek zakat yang tidak secara spesifik disebutkan dalam hadist yaitu : zakat profesi, perusahaan, dan kegiatan usaha lainnya.

Berbagai ulama berpendapat bahwa pengenaan zakat profesi dapat diqiyaskan atau dianalogkan dengan dua jenis zakat sekaligus yaitu zakat pertanian dan zakat uang/ emas. Dianalogkan dengan zakat pertanian, karena zakat profesi tidak mempunyai haul. Artinya kalau zakat pertanian wajib dikeluarkan saat panen (QS 6:141), maka zakat profesi juga wajib dikeluarkan saat kita menerima hasil usaha (jerih payah) kita.

Dianalogkan dengan zakat uang/emas, karena penghasilan yang kita terima berupa uang tidak dalam bentuk natura. Zakat profesi dianalogkan dengan zakat pertanian untuk nishabnya, yaitu setara dengan 524 kg beras, sehingga jika harga beras Rp 5.000,00/kg berarti nishob zakat profesi sebesar Rp 2.620.000,00 per bulan. Untuk prosentasenya, mengikuti zakat uang/ emas yaitu 2,5% dari hasil yang diterima (bruto).

Beberapa alasan Kewajiban Zakat Profesi, antara lain:

Ayat-ayat Qur'an yang bersifat umum yang mewajibkan semua jenis harta dikeluarkan zakatnya.

Berbagai pendapat para ulama terdahulu maupun sekarang, meskipun dengan menggunakan istilah yang berbeda. Sebagian dengan menggunakan istilah yang bersifat umum yaitu al-amwaal, sementara sebagian lagi secara khusus memberikan istilah dengan istilah al-mustafad seperti terdapat dalam fiqh zakat dan al-fiqh al-Islamy wa 'Adillatuhu.

Dari sudut keadilan – yang merupakan ciri utama ajaran Islam – penetapan kewajiban zakat pada setiap harta yang dimiliki akan terasa sangat jelas, dibandingkan dengan hanya menetapkan kewajiban zakat pada komoditas-komoditas tertentu saja yang konvensional. Petani yang saat ini kondisinya secara umum kurang beruntung, tetapi harus berzakat, apabila hasil pertaniannya telah mencapai nishob. Karena itu sangat adil pula, apabila zakat inipun bersifat wajib pada penghasilan yang didapatkan para dokter, para ahli hukum, konsultan dalam berbagai bidang, para dosen, para pegawai dan karyawan yang memiliki gaji tinggi, dan profesi lainnya.

Sejalan dengan perkembangan kehidupan ummat manusia, khususnya dalam bidang ekonomi, kegiatan penghasilan melalui keahlian dan profesi ini akan semakin berkembang dari waktu ke waktu. Bahkan akan menjadi kegiatan ekonomi yang utama, seperti terjadi di negara-negara industri sekarang ini. Penetapan kewajiban zakat kepadanya, menunjukkan betapa hukum Islam sangat aspiratif dan responsif terhadap perkembangan zaman. Afif Abdul Fatah Thabari menyatakan bahwa aturan dalam Islam itu bukan saja sekedar berdasarkan pada keadilan bagi seluruh ummat manusia, akan tetapi sejalan dengan kemaslahatan dan kebutuhan hidup manusia, sepanjang zaman dan keadaan, walaupun zaman itu berbeda dan berkembang dari waktu ke waktu.

[oleh: Habib Munzir Bin Fuad AlMusawa]

Read More....

Sedekah Iman Ali

Assalamu'alaikum

Dikisahkan oleh ka’ab bin Akhbar. Ketika Fathimah, Putri Rasulullah saw, sekaligus istri Ali bin Abi Thalib r.a sakit, ia ditanya oleh suaminya, “ wahai Fathimah, engkau ingin buah apa?”

“Aku ingin buah delima”. Jawabnya.

Ali r.a terdiam sejenak, sebab ia merasa tidak memiliki uagn sepeserpun. Namun, ia segera berangkat, berusaha mencari pinjaman uang satu dirham. Setelah mendapatkan pinjaman, ia pergi kepasar untuk membeli buah delima dan segera kembali pulang.

Ditengah perjalanan menuju rumahnya, ia melihat seseorang yang tergeletak sakit dipinggir jalan, maka Ali pun berhenti dan menghampirinya. “Hai orang tua, apa yang diinginkan hatimu?” tanya Ali.

“wahai Ali, sudah lima hari aku tergeletak sakit ditempat ini, banyak orang yang berlalu lalang, namun tak ada satu pun dari mereka yang mau peduli kepada ku, padahali hatiku ingin sekali makan buah delima.” Jawab orang sakit tersebut.

Mendengar jawabannya, Ali pun terdiam sebentar, sambil berkata dalam hati, “Buah delima yang hanya sebiji ini, sengaja aku beli untuk istriku, kalau aku berikan kepada orang ini, pasti Fathimah akan sedih sekali, Namun jika tidak aku berikan berarti aku tidak menepati firman Allah, “Terhadap sipengemis, Engkau janganlah menghardiknya.” (QS. Al-Dhuha : 10). Juga sabda Nabi saw, “ janganlah sekali-kali kamu menolak pengemis, sekalipun diatas kendaraan”.

Kemudian Ali membelah buah delima itu menjadi dua bagian, setengahnya lagi untuk fathimah. Sesampai dirumah ia menceritakan peristiwa itu kepada istrinya, dan Fathimah merangkulnya serta mendekapnya seraya berkata kepada suaminya, “ Kenapa kamu sedih, demi Allah yang maha Perkasa dan Maha Agung, ketika engkau memberikan buah delima kepada orang tua itu, maka puaslah hatiku dan lenyaplah keinginanku pada buah delima itu.” Dengan wajah yang cerah Ali merasa sangat gembira dengan penuturan istrinya.

Tidak lama kemudian datanglah seorang tamu yang mengetuk pintu, lalu Ali berkata, “Siapakah tuan?””Aku salman alfarisi,” Jawab orang yang menetuk pintu itu. Setelah pintu dibuka, Ali melihat Salman membawa sebuah nampan tertutup, dan diletakkkan didepan Ali, lalu Ail bertanya,” Dari manakah nampan ini wahai Salman ?”.

“Dari Allah swt untukmu melalui perantaraan Rasulullah saw.” Jawabnya.

Setelah penutup nampan tersebut dibuka, terlihat didalamnya Sembilan biji deilma, tetapi Ali langsung memprotes, Katanya, “ Hai Salman, jika ini memang untukku, Pasti jumlahnya sepuluh.” Lalu ia membacakan firman Allah swt, “Barang siapa berbuat satu amal kebaikan, maka pasti baginya sepulu kali lipat amalnya (Balasannya) .” (QS.Al-An’am ; 160 )

Salman pun langsung tertawa, sambil mengembalikan sebuah delima yang masih ditangannya, seraya berkata, “Wahai Ali, demi Allah, sandiwaraku ini hanya sekadar menguji sejauh mana keyakinanmu terhadap firman Allah yang Engkau bacakan tadi.”

[ Sumber ; Durratun Nasikhin fi al-Wa’dzi wa al-Irsyad, Syekh Usman al-Khaubari. ]

Read More....

Berbuka Puasa di Bulan Ramadhan

B E R B U K A


1. Kapan Orang Yang Puasa Berbuka ?

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman.

"Artinya : Kemudian sempurnakanlah puasa hingga malam" [Al-Baqarah : 187]

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam menafsirkan dengan datangnya
malam dan perginya siang serta sembunyinya bundaran matahari. Kami
telah membawakan (penjelasan ini pada pembasahan yang telah lalu,-ed)
agar menjadi tenang hati seorang muslim yang mengikuti sunnatul huda.

Wahai hamba Allah, inilah perkataan-perkataan Rasulullah Shallallahu
'alaihi wa sallam ada di hadapanmu dapatlah engkau membacanya, dan
keadaannya yang sudah jelas dan telah engkau ketahui, serta perbuatan
para sahabatnya, Radhiyallahu 'anhum telah kau lihat, mereka telah
mengikuti apa yang dibawa oleh Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam.


Syaikh Abdur Razaq telah meriwayatkan dalam Mushannaf 7591 dengan
sanad yang dishahihkan oleh Al-Hafidz dalam Fathul Bari 4/199 dan
al-Haitsami dalam Majma' Zawaid 3/154 dari Amr bin Maimun Al Audi.

"Para sahabat Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam adalah
orang-orang yang paling bersegera dalam berbuka dan paling akhir dalam
sahur"

2. Menyegerakan Berbuka

Wahai saudaraku seiman, wajib atasmu berbuka ketika matahari telah
terbenam, janganlah dihiraukan oleh rona merah yang masih terlihat di
ufuk, dengan ini berarti engkau telah mengikuti sunnah Rasuullah
Shallallahu 'alaihi wa sallam dan menyelisihi Yahudi dan Nasrani,
karena mereka mengakhirkan berbuka. Pengakhiran mereka itu sampai pada
waktu tertentu yakni hingga terbitnya bintang. Maka dengan mengikuti
jalan dan manhaj Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam berarti
engkau menampakkan syiar-syiar agama, memperkokoh petunjuk yang kita
jalani, yang kita harapkan jin dan manusia berkumpul diatasnya.
Hal-hal tersebut dijelaskan oleh Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa
sallam pada pargraf-paragraf yang akan datang.


[a]. Menyegerakan Buka Berarti Menghasilkan Kebaikan.

Dari Sahl bin Sa'ad Radhiyallahu 'anhu, Rasulullah Shallallahu 'alaihi
wa sallam bersabda.

"Artinya : Senantiasa manusia di dalam kebaikan selama menyegerakan
bebuka" [Hadits Riwayat Bukhari 4/173 dan Muslim 1093]

[b]. Menyegerakan Berbuka Adalah Sunnah Rasul Shallallahu 'alaihi
wa sallam

Jika umat Islamiyah menyegerakan berbuka berarti mereka tetap di atas
sunnah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam dan manhaj Salafus
Shalih, dengan izin Allah mereka tidak akan tersesat selama "berpegang
dengan Rasul mereka (dan) menolak semua yang merubah sunnah".

Dari Sahl bin Sa'ad Radhiyallahu 'anhu, Rasulullah Shallallahu 'alaihi
wa sallam bersabda.

"Artinya : Umatku akan senantiasa dalam sunnahku selama mereka tidak
menunggu bintang ketika berbuka (puasa)" [1],

[c]. Menyegerakan Buka Berarti Menyelisihi Yahudi dan Nashrani

Tatkala manusia senantiasa berada di atas kebaikan dikarenakan
mengikuti manhaj Rasul mereka, memelihara sunnahnya, karena
sesungguhnya Islam (senantiasa) tetap tampak dan menang, tidak akan
memudharatkan orang yang menyelisihinya, ketika itu umat Islam akan
menjadi singa pemberani di lautan kegelapan, tauladan yang baik untuk
diikuti, karena mereka tidak menjadi pengekor orang Timur dan Barat,
(yaitu) pengikut semua yang berteriak, dan condong bersama angin
kemana saja angin bertiup.



Dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu, Rasulullah Shallallahu 'alaihi
wa sallam bersabda.

"Artinya : Agama ini akan senantiasa menang selama manusia
menyegerakan berbuka [2], karena orang-orang Yahudi dan Nasrani
mengakhirkannya" [Hadits Riwayat Abu Dawud 2/305, Ibnu Hibban 223,
sanadnya Hasan]

Kami katakan :
Hadits-hadits di atas mempunyai banyak faedah dan catatan-catatan
penting, sebagai berikut.

1. Kemenangan agama ini dan berkibarnya bendera akan tercapai dengan
syarat menyelisihi orang-orang sebelum kita dari kalangan Ahlul Kitab,
ini sebagai penjelasan bagi umat Islam, bahwa mereka akan mendapatkan
kebaikan yang banyak, jika membedakan diri dan tidak condong ke
Barat ataupun ke Timur, menolak untuk mengekor Kremlin atau mencari
makan di Gedung Putih -mudah-mudahan Allah merobohkannya- , jika umat
ini berbuat demikian mereka akan menjadi perhiasan diantara umat
manusia, jadi pusat perhatian, disenangi oleh semua hati. Hal ini
tidak akan terwujud, kecuali dengan kembali kepada Islam, berpegang
dengan Al-Qur'an dan As-Sunnah dalam masalah Aqidah dan Manhaj.

2. Berpegang dengan Islam baik secara global maupun rinci, berdasarkan
firman Allah : "Artinya : Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu
dalam Islam secara kaffah" [Al-Baqarah : 208] Atas dasar inilah, maka
ada yang membagi Islam menjadi inti dan kulit, (ini adalah pembagian)
bid'ah jahiliyah modern yang bertujuan mengotori fikrah kaum muslimin
dan memasukkan mereka ke dalam lingkaran kekhawatiran. (Hal ini) tidak
ada asalnya dalam agama Allah, bahkan akhirnya akan merembet kepada
perbuatan orang-orang yang dimurkai Allah, (yaitu) mereka yang
mengimani sebagian kitab dan mendustakan sebagian yang lainnya ; Kita
diperintah untuk menyelisihi mereka secara global maupun terperinci,
dan sungguh ! kita mengetahui buah dari menyelisihi Yahudi dan Nasrani
adalah tetap (tegak)nya agama lahir dan batin.

3. Dakwah ke jalan Allah dan memberi peringatan kepada mukminin tidak
akan terputus, perkara-perkara baru yang menimpa umat Islam tidak
menyebabkan kita memilah syiar-syiar Allah, jangan sampai kita
mengatakan seperti perkataan kebanyak mereka : "Ini perkara-perkara
kecil, furu'. khilafiyah dan hawasyiyah, kita wajib meninggalkannya,
kita pusatkan kesungguhan kita untuk perkara besar yang memecah belah
shaf kita dan mencerai beraikan barisan kita.

Perhatikan wahai kaum muslimin, da'i ke jalan Allah di atas basyirah,
engkau telah tahu dari hadits-hadits yang mulia bahwa jayanya agama
ini bergantung pada disegerakannya berbuka puasa yang
dilakukan tatkala lingkaran matahari telah terbenam, Maka bertaqwalah
kepada Allah (wahai) setiap orang yang menyangka berbuka ketika
terbenamnya matahari adalah fitnah, dan seruan untuk menghidupkan
sunnah ini adalah dakwah yang sesat dan bodoh, menjauhkan umat Islam
dari agamanya atau menyangka (hal tersebut) sebagai dakwah yang tidak
ada nilainya, (yang) tidak mungkin seluruh muslimin berdiri
di atasnya, karena hal itu adalah perkara furu', khilafiyah atau
masalah kulit!! Walaa haula walaa quwwata illa billah.

[d] Berbuka Sebelum Shalat Maghrib

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam berbuka sebelum shalat
Maghrib[3] karena menyegerakan berbuka termasuk akhlaknya para nabi.
Dari Abu Darda' Radhiyallahu 'anhu.

"Tiga perkara yang merupakan akhlak para nabi : menyegerakan berbuka,
mengakhirkan sahur dan meletakkan tangan di atas tangan kiri dalam
shalat" [4]

3. Berbuka Dengan Apa ?

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam berbuka dengan korma, kalau
tidak ada korma dengan air, ini termasuk kesempurnaan kasih sayang dan
semangatnya Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam (untuk kebaikan)
umatnya dan dalam menasehati mereka. Allah berfirman.

"Artinya : Sesungguhnya telah datang kepadamu seorang Rasul dari
kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaan olehmu, sangat
menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan
lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin" [At-Taubah : 128]

Karena memberikan ke tubuh yang kosong sesuatu yang manis, lebih
membangkitkan selera dan bermanfaat bagi badan, terutama badan yang
sehat, dia akan menjadi kuat dengannya (korma). Adapun air, karena
badan ketika dibawa puasa menjadi kering, jika didinginkan dengan air
akan sempurna manfaatnya dengan makanan.



Ketahuilah wahai hamba yang taat, sesungguhnya korma mengandung berkah
dan kekhususan -demikian pula air- dalam pengaruhnya terhadap hati dan
mensucikannya, tidak ada yang mengetahuinya kecuali orang yang
berittiba'. Dari Anas bin Malik Radhiyallahu 'anhu (ia berkata) :

"Artinya : Adalah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam berbuka
dengan korma basah (ruthab), jika tidak ada ruthab maka berbuka dengan
korma kering (tamr), jika tidak ada tamr maka minum dengan satu
tegukan air"[5]

4. Yang Diucapkan Ketika Berbuka

Ketahuilah wahai saudaraku yang berpuasa - mudah-mudahan Allah memberi
taufiq kepada kita untuk mengikuti sunnah Nabi-Nya Shallallahu 'alaihi
wa sallam- sesungguhnya engkau punya do'a yang dikabulkan, maka
manfaatkanlah, berdo'alah kepada Allah dalam keadaan engkau yakin
akan dikabulkan, -ketahuilah sesungguhnya Allah tidak mengabulkan
do'a dari hati yang lalai-. Berdo'alah kepada-Nya dengan apa yang kamu
mau dari berbagai macam do'a yang baik, mudah-mudahan engkau bisa
mengambil kebaikan di dunia dan akhirat.



Dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu, Rasulullah Shallallahu 'alaihi
wa sallam bersabda.

"Artinya : Tiga do'a yang dikabulkan : do'anya orang yang berpuasa,
do'anya orang yang terdhalimi dan do'anya musafir" [6]

Do'a yang tidak tertolak ini adalah ketika waktu engkau berbuka
berdasarkan hadits dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu bahwasanya
Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.

"Artinya : Tiga orang yang tidak akan ditolak do'anya : orang yang
puasa ketika berbuka, Imam yang adil dan do'anya orang yang didhalimi" [7]

Dari Abdullah bin Amr bin Al 'Ash, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa
sallam bersabda.

"Artinya : Sesungguhnya orang yang puasa ketika berbuka memeliki doa
yang tidak akan ditolak" [8]

Do'a yang paling afdhal adalah do'a ma'tsur dari Rasulullah
Shallallahu 'alaihi wa sallam, bahwa beliau jika berbuka mengucapkan.

Dzahaba al-dhoma'u wabtali al-'uruuqu watsabbati al-ajru insya Allah

"Artinya : Telah hilang dahaga dan telah basah urat-urat, dan telah
ditetapkan pahala Insya Allah" [9]

5. Memberi Makan Orang Yang Puasa

Bersemangatlan wahai saudaraku -mudah-mudahan Allah memberkatimu dan
memberi taufik kepadamu untuk mengamalkan kebajikan dan taqwa- untuk
memberi makan orang yang puasa karena pahalanya besar dan kebaikannya
banyak.

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.

"Artinya : Barangsiapa yang memberi buka orang yang puasa akan
mendapatkan pahala seperti pahalanya orang yang berpuasa tanpa
mengurangi pahalanya sedikitpun" [10]

Orang yang puasa harus memenuhi undangan (makan) saudaranya, karena
barangsiapa yang tidak menghadiri undangan berarti telah durhaka
kepada Abul Qasim Shallallahu 'alaihi wa sallam, dia harus
berkeyakinan bahwa Allah tidak akan menyia-nyiakan sedikitpun amal
kebaikannya, tidak akan dikurangi pahalanya sedikitpun.

Orang yang diundang disunnahkan mendo'akan pengundangnya setelah
selesai makan dengan do'a-do'a dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam.

"Artinya : Telah makan makanan kalian orang-orang bajik, dan para
malaikat bershalawat (mendo'akan kebaikan) atas kalian, orang-orang
yang berpuasa telah berbuka di sisi kalian" [11]



"Artinya : Ya Allah, berilah makan orang yang memberiku makan berilah
minum orang yang memberiku minum" [Hadits Riwayat Muslim 2055 dari Miqdad]



"Artinya : Ya Allah, ampunilah mereka dan rahmatilah, berilah barakah
pada seluruh rizki yang Engkau berikan" [Hadits Riwayat Muslim 2042
dari Abdullah bin Busrin]

Foote Note.

1. Hadits Riwayat Ibnu Hibban (891) dengan sanad Shahih, asalnya
-telah lewat dalam shahihain- Kami katakan : Syia'h Rafidhoh telah
mencocoki Yahudi dan Nasrani dalam mengakhirkan buka hingga terbitnya
bintang. Mudah-mudahan Allah melindungi kita semua dari kesesatan.

2. Hal ini bukan berarti, jika manusia telah terlena dengan dunianya
hingga mereka mengakhirkan buka mengikuti Yahudi dan Nasrani, kemudian
agama ini menjadi kalah, tidak demikian keadaannya, Islam senantiasa
akan menang kapanpun juga, dan dimanapun tempatnya. Wallahu a'lam, -ed

3. Hadits Riwayat Ahmad (3/164), Abu Dawud (2356) dari Anas dengan
sanad Hasan.

4. Hadits Riwayat Thabrani dalam Al-Kabir sebagaimana dalam Al-Majma
(2/105) dia berkata : "..... marfu' dan mauquf shahih adapaun yang
marfu' ada perawi yang tidak aku ketahui biografinya" . Aku katakan
Mauquf -sebagaimana telah jelas- mempunyai hukum marfu'

5. Hadits Riwayat Ahmad (3/163), Abu Dawud (2/306), Ibnu Khuzaimah
(3/277,278), Tirmidzi 93/70) dengan dua jalan dari Anas, sanadnya shahih

6. Hadits Riwayat Uqaili dalam Ad-Dhu'afa' (1/72), Abu Muslim Al-Kajji
dalam Juz-nya, dan dari jalan Ibnu Masi dalam Juzul Anshari { }
sanadnya hasan kalau tidak ada 'an-'annah Yahya bin Abi Katsir, hadits
ini punya syahid yaitu hadits selanjutnya.

7. Hadits Riwayat Tirmidzi (2528), Ibnu Majah (1752), Ibnu Hibban
(2407) ada jahalah Abu Mudillah.

8. Hadits Riwayat Ibnu Majah (1/557), Hakim (1/422), Ibnu Sunni (128),
Thayalisi (299) dari dua jalan Al-Bushiri berkata : (2/81) ini sanad
yang shahih, perawi-perawinya tsiqat.

9. Hadits Riwayat Abu Dawud 92/306), Baihaqi (4/239), Al-Hakim (1/422)
Ibnu Sunni (128), Nasaai dalam 'Amalul Yaum (296), Daruquthni (2/185)
dia berkata : "sanadnya hasan". Aku katakan : memang seperti ucapannya.

10. Hadits Riwayat Ahmad (4/144,115,116, 5/192) Tirmidzi (804), ibnu
Majah (1746), Ibnu Hibban (895), dishahihkan oleh Tirmidzi.

11. Hadits Riwayat Abi Syaibah (3/100), Ahmad (3/118), Nasa'i dalam
'Amalul Yaum" (268), Ibnu Sunni (129), Abdur Razak (4/311) dari
berbagai jalan darinya, sandnya shahih

Peringatan.

Apa yang ditambahkan oleh sebagian orang tentang hadits ini : "Allah
menyebutkan di majlis-Nya" adalah tidak ada asalanya. Perhatikan !!

Read More....

SAHUR SAAT RAMADHAN

S A H U R


1. Hikmahnya

Allah mewajibkan puasa kepada kita sebagaimana telah mewajibkan kepada
orang-orang sebelum kita dari kalangan Ahlul Kitab. Allah berfirman.

"Artinya : Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa
sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu
bertaqwa" [Al-Baqarah : 183]

Waktu dan hukumnya pun sesuai dengan apa yang diwajibkan pada Ahlul
Kitab, yakni tidak boleh makan dan minum dan menikah (jima') setelah
tidur. Yaitu jika salah seorang dari mereka tidur, tidak boleh makan
hingga malam selanjutnya, demikian pula diwajibkan atas kaum muslimin
sebagaimana telah kami terangkan di muka [1] karena dihapus hukum
tersebut. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam menyuruh makan
sahur sebagai pembeda antara puasa kita dengan puasanya Ahlul Kitab.

Dari Amr bin 'Ash Radhiyallahu 'anhu, Rasulullah Shallallahu 'alaihi
wa sllam bersabda.

"Artinya : Pembeda antara puasa kita dengan puasanya ahli kitab adalah
makan sahur" [Hadits Riwayat Muslim 1096]

2. Keutamaannya

[a] Makan Sahur Adalah Barokah.

Dari Salman Radhiyallahu 'anhu, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa
sallam bersabda.

"Artinya : Barokah itu ada pada tiga perkara : Al-Jama'ah, Ats-Tsarid
dan makan Sahur" [2]

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu, Rasulullah Shallallahu 'alaihi
wa sallam bersabda.

"Artinya : Sesungguhnya Allah menjadikan barokah pada makan sahur dan
takaran" [3]

Dari Abdullah bin Al-Harits dari seorang sahabat Rasulullah
Shallallahu 'alaihi wa sallam : Aku masuk menemui Nabi Shallallahu
'alaihi wa sallam ketika itu beliau sedang makan sahur, beliau bersabda.

"Artinya : Sesungguhnya makan sahur adalah barakah yang Allah berikan
kepada kalian, maka janganlah kalian tinggalkan'" [Hadits Riwayat
Nasa'i 4/145 dan Ahmad 5/270 sanadnya SHAHIH]

Keberadaan sahur sebagai barakah sangatlah jelas, karena dengan makan
sahur berarti mengikuti sunnah, menguatkan dalam puasa, menambah
semangat untuk menambah puasa karena merasa ringan orang yang puasa.

Dalam makan sahur juga (berarti) menyelisihi Ahlul Kitab, karena
mereka tidak melakukan makan sahur. Oleh karena itu Rasulullah
Shallallahu 'alaihi wa sallam menamakannya dengan makan pagi yang
diberkahi sebagaimana dalam dua hadits Al-Irbath bin Syariyah dan Abu
Darda 'Radhiyallahu 'anhuma.

"Artinya : Marilah menuju makan pagi yang diberkahi, yakni sahur" [4]

[b]. Allah dan Malaikat-Nya Bershalawat Kepada Orang-Orang yang Sahur.

Mungkin barakah sahur yang tersebar adalah (karena) Allah Subhanahu wa
Ta'ala akan meliputi orang-orang yang sahur dengan ampunan-Nya,
memenuhi mereka dengan rahmat-Nya, malaikat Allah memintakan ampunan
bagi mereka, berdo'a kepada Allah agar mema'afkan mereka agar mereka
termasuk orang-orang yang dibebaskan oleh Allah di bulan Ramadhan.

Dari Abu Sa'id Al-Khudri Radhiyallahu 'anhu, Rasulullah Shallallahu
'alaihi wa sallam bersabda.

"Artinya : Sahur itu makanan yang barakah, janganlah kalian
meninggalkannya walaupun hanya meneguk setengah air, karena Allah dan
malaikat-Nya bershalawat kepada orang-orang yang sahur" [Telah lewat
Takhrijnya]

Oleh sebab itu seorang muslim hendaknya tidak menyia-nyiakan pahala
yang besar ini dari Rabb Yang Maha Pengasih. Dan sahurnya seorang
muslim yang paling afdhal adalah korma.

Bersabda Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam.

"Artinya : Sebaik-baik sahurnya seorang mukmin adalah korma" [5]

Barangsiapa yang tidak menemukan korma, hendaknya bersungguh-sungguh
untuk bersahur walau hanya dengan meneguk satu teguk air, karena
keutamaan yang disebutkan tadi, dan karena sabda Rasulullah
Shallallahu 'alaihi wa sallam.

"Artinya : Makan sahurlah kalian walau dengan seteguk air" [Telah
lewat Takhrijnya]

3. Mengakhirkan Sahur

Disunnahkan mengakhirkan sahur sesaat sebelum fajar, karena Nabi
Shallallahu 'alaihi wa sallam dan Zaid bin Tsabit Radhiyallahu 'anhu
melakukan sahur, ketika selesai makan sahur Nabi Shallallahu 'alaihi
wa sallam bangkit untuk shalat subuh, dan jarak (selang waktu) antara
sahur dan masuknya shalat kira-kira lamanya seseorang membaca lima
puluh ayat di Kitabullah.

Anas Radhiyallahu 'anhu meriwayatkan dari Zaid bin Tsabit Radhiyallahu
'anhu.

"Kami makan sahur bersama Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam
kemudian beliau shalat" Aku tanyakan (kata Anas), "Berapa lama jarak
antara adzan dan sahur?" Zaid menjawab, "kira-kira 50 ayat membaca
Al-Qur'an"[6]

Ketahuilah wahai hamba Allah -mudah-mudahan Allah membimbingmu- kalian
diperbolehkan makan, minum, jima' selama (dalam keadaan) ragu fajar
telah terbit atau belum, dan Allah serta Rasul-Nya telah menerangkan
batasan-batasannya sehingga menjadi jelas, karena Allah Jalla Sya'nuhu
mema'afkan kesalahan, kelupaan serta membolehkan makan, minum dan
jima, selama belum ada kejelasan, sedangkan orang yang masih ragu
(dan) belum mendapat penjelasan. Sesunguhnya kejelasan adalah satu
keyakinan yang tidak ada keraguan lagi. Jelaslah.

4. Hukumnya

Oleh karena itu Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam
memerintahkannya - dengan perintah yang sangat ditekankan-. Beliau
bersabda.

"Artinya : Barangsiapa yang mau berpuasa hendaklah sahur dengan
sesuatu" [7]

Dan beliau bersabda.

"Artinya : Makan sahurlah kalian karena dalam sahur ada barakah"
[Hadits Riwayat Bukhari 4/120, Muslim 1095 dari Anas.

Kemudian beliau menjelaskan tingginya nilai sahur bagi umatnya, beliau
bersabda.

"Artinya : Pembeda antara puasa kami dan Ahlul Kitab adalah makan
sahur" [Telah lewat Takhrijnya]

Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam melarang meninggalkannya, beliau
bersabda.

"Artinya : Sahur adalah makanan yang barakah, janganlah kalian
tinggalkan walaupun hanya meminum seteguk air karena Allah dan
Malaikat-Nya memberi sahalawat kepada orang-orang yang sahur" [8]

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.

"Artinya : Sahurlah kalian walaupun dengan seteguk air" [9]

Saya katakan : Kami berpendapat perintah Nabi ini sangat ditekankan
anjurannya, hal ini terlihat dari tiga sisi.

1. Perintahnya.
2. Sahur adalah syiarnya puasa seorang muslim, dan pemisah antara
puasa kita dan puasa Ahlul Kitab
3. Larangan meninggalkan sahur.

Inilah qarinah yang kuat dan dalil yang jelas.

Walaupun demikian, Al-Hafidz Ibnu Hajar menukilkan dalam kitabnya
Fathul Bari 4/139 : Ijma atas sunnahnya. Wallahu 'alam.

Foote Note.

1. Lihat sebagai tambahan tafsir-tafsir berikut : Zadul Masir 1/184
oleh Ibnul Jauzi, Tafsir Quranil 'Adhim 1/213-214 oleh Ibnu Katsir,
Ad-Durul Mantsur 1/120-121 karya Imam Suyuthi.

2. Hadits Riwayat Thabrani dalam Al-Kabir 5127, Abu Nu'aim dalam
Dzikru Akhbar AShbahan 1/57 dari Salman Al-Farisi Al-Haitsami berkata
Al-Majma 3/151 dalam sanadnya ada Abu Abdullah Al-bashiri, Adz-Dzahabi
berkata : "Tidak dikenal, peawi lainnya Tsiqat. Hadits ini mempunyai
syahid dalam riwayat Abu Hurairah yang diriwayatkan oleh Al-Khatib
dalam Munadih Auhumul Sam'i watafriq 1/203, sanadnya hasan.

3. Hadits Riwayat As-Syirazy (Al-Alqzb) sebagaimana dalam Jami'us
Shagir 1715 dan Al-Khatib dalam Al-Muwaddih 1/263 dari Abu Hurairah
dengan sanad yang lalu. Hadits ini HASAN sebagai syawahid dan didukung
oleh riwayat sebelumnya. Al-Manawi memutihkannya dalam Fawaidul Qadir
2/223, sepertinya ia belum menemukan sanadnya.!!

4. Adapun hadits Al-Irbath diriwayatkan oleh Ahmad 4/126 dan Abu Daud
2/303, Nasa'i 4/145 dari jalan Yunus bin Saif dari Al-Harits bin ZIyad
dari Abi Rahm dari Irbath. Al-Harits majhul. Sedangkan hadits Abu
Darda diriwayatkan oleh Ibnu Hibban 223-Mawarid dari jalan Amr bin
Al-Harits dari Abdullah bin Salam dari Risydin bin Sa'ad. Risydin
dhaif. Hadits ini ada syahidnya dari hadits Al-Migdam bin Ma'dikarib.
Diriwayatkan oleh Ahmad 4/133. Nasaai 4/146 sanadnya shahih, kalau
selamat dari Baqiyah karena dia menegaskan hadits dari syaikhya! Akan
tetapi apakah itu cukup atau harus tegas-tegas dalam seluruh thabaqat
hadits, beliau termasuk mudllis taswiyha?! Maka hadits ini SHAHIH

5. Hadits Riwayat Abu Daud 2/303, Ibnu Hibban 223, Baihaqi 4/237 dari
jalan Muhammad bin Musa dari Said Al-Maqbari dari Abu Hurairah. Dan
sanadnya SHAHIH.

6. Hadits Riwayat Bukhari 4/118, Muslim 1097, Al-Hafidz berkata dalam
Al-Fath 4/238 : "Di antara kebiasaan Arab mengukur waktu dengan amalan
mereka, (misal) : kira-kira selama memeras kambing. Fawaqa naqah
(waktu antara dua perasan), selama menyembelih onta. Sehingga Zaid pun
memakai ukuran lamanya baca mushaf sebagai isyarat dari beliau
Radhiyallahu 'anhu bahwa waktu itu adalah waktu ibadah dan amalan
mereka membaca dan mentadhabur Al-Qur'an". Sekian dengan sedikit
perubahan.

7. Ibnu Abi Syaibah 3/8, Ahmad 3/367, Abu Ya'la 3/438, Al-Bazzar 1/465
dari jalan Syuraik dari Abdullah bin Muhammad bin Uqail dari Jabir.

8. Hadits Riwayat Ibnu Abi Syaibah 2/8, Ahmad 3/12, 3/44 dari tiga
jalan dari Abu Said Al-Khudri. Sebagaimana menguatan yang lain.

9. Hadits Riwayat Abu Ya'la 3340 dari Anas, ada kelemahan, didukung
oleh hadits Abdullah bin Amr di Ibnu Hibban no.884 padanya ada
'an-anah Qatadah. Hadits Hasan

[ Dikutip : Dari berbagai sumber ]

Read More....

Hukum Mempercayai Ramalan

muslimah

Assalamu'alaikum wr wb

Pada tahun baru ini di berbagai TV Swasta ditampilkan
ramalan oleh para peramal. Padahal sesungguhnya mempercayai ramalan adalah haram:

"Barangsiapa yang mendatangi seorang peramal lalu
mempercayai apa yang diramalkan, maka ia telah kufur terhadap wahyu yang diturunkankepada Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam ."
(HR. Tirmidzi No. 135, Abu Dawud No. 3904, Ibnu
Majah No. 639 dan Ahmad No. 9252)

"Barangsiapa yang mendatangi seorang peramal lalu menanyakan kepada tentang satu ramalan,maka tidak akan diterima shalatnya selama empat puluh malam."
(HR. Muslim 2230)

Jangankan mengetahui masa depan, mengetahui hal-hal yang
telah terjadi pun banyak peramal yang tidak mampu. Sebagai contoh ada seorang peramal yang ikut kuis TV. Di kuis tersebut ditanyakan berbagai soal pengetahuan umum yang sebenarnya merupakan fakta yang sudah terjadi/sejarah. Toh peramal tersebut tidak mampu menjawabnya. Dia kalah. Bagaimana dia mampu mengetahui hal yang belum terjadi jika hal yang sudah terjadi saja tak tahu?

Hanya Allah yang tahu akan hal yang ghaib atau belum pernah terjadi:

�Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh
sebutir biji-pun dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfudz)"
[Al An�aam:59]

Para peramal biasanya tidak mau menyebut nama, tempat, atau tanggal secara pasti. Sebab jika disebut dan meleset maka pamornya akan turun. Paling menyebut hal yang umum yang memang sudah biasa terjadi misalnya tahun 2008 akan ada gempa, banjir, dsb. Berdasarkan pengalaman di tahun-tahun lalu, di Indonesia memang hal tersebut terjadi setiap tahun. Jadi jika memang benar terjadi gempa/banjir itu memang sudah tidak aneh lagi atau sudah merupakan sunnatullah.

Yang jelas sebagaimana disebutkan oleh hadits di atas, mempercayai ramalan menyebabkan seseorang jadi kufur dan tidak diterima shalatnya oleh Allah SWT.

Allah juga menyebut bahwa orang yang percaya pada ramalan berarti dia telah syirik:

Barangsiapa membatalkan maksud keperluannya karena ramalan mujur-sial maka dia telah bersyirik kepada Allah. Para sahabat bertanya, "Apakah penebusannya, ya Rasulullah?" Beliau menjawab, "Ucapkanlah: "Ya Allah, tiada kebaikan kecuali kebaikanMu, dan tiada kesialan kecuali yang Engkau timpakan
dan tidak ada ilah (tuhan / yang disembah) kecuali Engkau."
(HR. Ahmad)

Ramalan mujur-sial adalah syirik. (Beliau mengulanginya tiga kali) dan tiap orang pasti terlintas dalam hatinya perasaan demikian, tetapi Allah menghilangkan perasaan itu dengan bertawakal. (HR. Bukhari dan Muslim)

Semoga kita dan keluarga kita terhindar dari dosa tersebut.

Wallahu'alam bi shawab
Wassalamu'alaikum wr wb

Artikel Islam - Thursday, 03 January 2008

Read More....

Ciri - Ciri orang yang sholatnya khusyu'

Ciri-ciri orang2 yg sholatnya khusyu:

1. Sangat menjaga waktunya, dia terpelihara dari perbuatan dan perkataan sia-sia apa lagi maksiat. Jadi orang-orang yang menyia-nyiakan waktu suka berbuat maksiat berarti sholatnya belum berkualitas atau belum khusyu.

2. Niatnya ikhlas, jarang kecewa terhadap pujian atau penghargaan, dipuji atau tidak dipuji, dicaci atau tidak dicaci sama saja.

3. Cinta kebersihan karena sebelum sholat, orang harus wudhu untuk mensucikan diri dari kotoran atau hadas.

4. Tertib dan disiplin, karena sholat sudah diatur waktunya.

5. Selalu tenang dan tuma`ninah, tuma`ninah merupakan kombinasi antara tenang dan konsentrasi.

6. Tawadhu&rendah hati, tawadhu adl akhlaknya Rasulullah.

7. Tercegah dari perbuatan keji&munkar, org lain aman dr keburukan&kejelekannya.

Read More....